Kehadiran Haruu dan Refleksi Han Chandra dalam Pameran Tunggal di Artsphere Gallery

Navaswara.com – Menembus batas kanvas, seniman multitalenta Han Chandra kembali menyapa publik melalui pameran tunggal terbarunya yang bertajuk Tanadiri. Pameran ini menjadi wadah bagi Han untuk menuangkan kerinduan sekaligus kegelisahan mendalam mengenai relasi kompleks antara manusia dan alam. Sepanjang kariernya sejak tahun 2011, sosok yang dikenal pula sebagai model, kreator, dan penulis ini konsisten mengeksplorasi isu kemanusiaan. Kali ini, ia memosisikan dirinya sebagai subjek imajinasi yang mencoba meleburkan batas fisik manusia dengan elemen tumbuhan.

Karakter Haruu menjadi pusat perhatian dalam pameran tersebut. Haruu digambarkan sebagai representasi idealisme Han mengenai kesatuan yang utuh antara manusia dengan semesta. Kehadiran Haruu tidak hanya tertuang lewat goresan kuas di atas kanvas, melainkan juga bertransformasi menjadi collectible art toys. Figur tiga dimensi tersebut menjadi elemen unik karena diwarnai secara manual oleh Han menggunakan cat akrilik, memberikan sentuhan personal yang intim pada setiap karyanya.

Menurut Han, koleksi Tanadiri merupakan sebuah ajakan untuk sejenak berhenti di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Melalui total tiga belas karya lukis akrilik di atas kanvas dengan berbagai ukuran, ia ingin masyarakat menemukan kembali kesadaran purba bahwa manusia adalah bagian dari evolusi panjang yang masih terus berproses. Seluruh konsep pameran ini merupakan hasil kolaborasi intensif bersama kurator Venerdi Handoyo yang ide dasarnya sudah digodok sejak November 2024.

Han mengungkapkan bahwa pameran ini adalah refleksi dari upaya manusia mencari titik temu dengan alam yang mulai terabaikan. Haruu hadir bukan sekadar sebagai objek visual, namun sebagai cermin yang mengajak kita menelaah kembali posisi diri dalam ekosistem bumi. Koleksi ini diharapkan mampu menjadi ruang kontemplasi bagi siapa pun yang merasa terasing dari keseimbangan alam.

Pengunjung dapat menikmati rangkaian karya tersebut di Artsphere Gallery, The Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan. Pameran di lokasi ini berlangsung sepanjang 23 Mei hingga 23 Juni 2026, dan terbuka untuk kunjungan setiap Senin hingga Sabtu pada pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Selain di Jakarta, karya Han Chandra juga dijadwalkan hadir di Emmitan CA Gallery pada 5 hingga 19 Juni 2026.

Jejak kreatif Han Chandra sendiri bukanlah hal baru. Sebelum terjun ke dunia seni lukis, ia telah malang melintang di panggung fesyen internasional mulai dari Cina, Thailand, hingga Jepang. Selain itu, dedikasinya pada dunia edukasi dan sosial dibuktikan melalui perannya sebagai pengajar modelling anak-anak serta kontribusinya dalam menerbitkan dua buku cerita anak. Setelah sukses dengan pameran tunggal pertamanya, Teduh, pada tahun 2018 di Jakarta dan Bali, Tanadiri menjadi penanda evolusi artistik Han yang semakin tajam dalam menyuarakan isu lingkungan melalui medium seni kontemporer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *