Navaswara.com – Pameran tunggal bertajuk “Warna Hidup” menghadirkan kembali jejak artistik seniman Bali, Oototol, dalam dua ruang seni sekaligus, yakni ROH Projects pada 7 Maret–3 Mei 2026 dan Komunitas Salihara pada 8 Maret–26 April 2026. Melalui pameran ini, tema yang diangkat berpusat pada pengalaman hidup manusia yang kompleks, mulai dari ingatan, kekuasaan, relasi sosial, hingga detail kecil tentang keseharian yang sering kali luput dari perhatian.
Judul “Warna Hidup” sendiri menghadirkan gagasan menarik, karena karya-karya Oototol justru didominasi oleh tinta hitam. Namun, dari keterbatasan warna tersebut, ia mampu menghadirkan fenomena kehidupan yang luas dan penuh makna. Tema ini menegaskan bahwa “warna” tidak selalu hadir secara literal, melainkan melalui emosi, dinamika, dan pengalaman yang tertuang dalam garis dan komposisi visual.
Dalam karya-karyanya, Oototol kerap menampilkan potret manusia sebagai pusat narasi. Figur-figur yang dipilih sering kali digambarkan mengenakan seragam atau pakaian formal, menjadi simbol untuk mengajak para penikmat seni untuk membicarakan kekuasaan dan identitas. Menariknya, sosok tersebut tidak selalu tampil sebagai simbol kekuatan yang mutlak, melainkan juga menunjukkan sisi rapuh, ekspresif, dan sesekali ambigu.
Salah satu karya yang menonjol dalam pameran ini adalah lukisan panel panjang yang menampilkan deretan figur berseragam dengan berbagai aktivitas. Dalam karya tersebut, tokoh-tokohnya digambarkan menaiki kendaraan, berinteraksi dengan hewan, bahkan terlibat dalam adegan yang imajinatif. Bentuk visualnya menyerupai relief naratif, dengan pola berulang yang mengalir seperti cerita tanpa akhir.
Selain itu, penggunaan garis yang spontan dan medium tinta hitam memperkuat kesan ekspresif dan jujur. Tanpa banyak detail realistis, Oototol justru menghadirkan kekuatan visual yang mengajak penonton untuk menafsirkan sendiri makna di balik setiap goresan. Karya-karya yang ditampilkan tidak memberikan jawaban pasti, melainkan membuka ruang refleksi tentang kehidupan manusia, antara kekuasaan dan kerentanan, antara realitas dan imajinasi.
Secara keseluruhan, “Warna Hidup” menghadirkan pandangan yang unik tentang kehidupan, di mana batas antara yang nyata dan imajiner menjadi kabur. Pameran ini juga lmenegaskan bahwa dalam kesederhanaan visual, tersimpan kedalaman makna tentang manusia dan dunia yang mereka huni.
