Suhu Siang Hari 42 Derajat Celcius, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji

Navaswara.com – Suhu siang hari di Makkah yang mencapai 42 derajat Celsius harus menjadi perhatian jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak haji 2026. Jemaah haji Indonesia diminta menjaga kesehatan fisik, kesiapan mental dan spiritual memasuki fase krusial ibadah haji.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan imbauan khusus agar jemaah mulai menghemat tenaga dan lebih fokus menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji. Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan kesiapan fisik, mental, dan spiritual menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Kemenhaj meminta jemaah segera melapor kepada petugas apabila mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, demam, atau kondisi tubuh melemah.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.

Hingga hari ke-21 operasional haji, Kemenhaj mencatat sebanyak 341 kelompok terbang atau kloter dengan total 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 240 kloter yang membawa 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah setelah sebelumnya berada di Madinah.

Untuk gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah, tercatat 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas telah tiba di Arab Saudi.

Selain itu, jemaah haji khusus yang telah berada di Tanah Suci mencapai 5.766 orang. Menjelang fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Kemenhaj juga memperkuat mitigasi pergerakan jemaah.

Maria menegaskan pentingnya peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam mendampingi jemaah, tidak hanya dalam manasik, tetapi juga edukasi kesehatan dan kedisiplinan.

Kemenhaj bahkan telah menerbitkan edaran khusus mengenai pengaturan pergerakan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram hingga persiapan menuju Armuzna.

Khusus jemaah gelombang kedua yang mendarat melalui Jeddah, pemerintah mengimbau agar jemaah sudah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena akan mengambil miqat dalam perjalanan sebelum langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Di sisi lain, layanan kesehatan jemaah terus menjadi perhatian serius.
Hingga saat ini, sebanyak 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Kemenhaj juga mencatat satu jemaah wafat pada Ahad, 10 Mei 2026, atas nama Kasiani Sigito Tarmidi asal Kota Medan, Sumatera Utara.

Dengan tambahan tersebut, total jemaah wafat di Arab Saudi hingga kini mencapai 24 orang.

“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.

Di tengah tantangan cuaca dan padatnya aktivitas ibadah, pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia tetap menjaga kondisi tubuh agar dapat menjalani puncak haji dengan lancar.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *