Navaswara.com – Pameran tunggal bertajuk “Rhizomatic Notes” karya Radetyo Itok tengah berlangsung di Manara Art Space sejak 13 Maret – 18 April 2026. Judul “Rhizomatic Notes” sendiri merujuk pada konsep “rizoma”, yakni sebuah gagasan yang dikenal dalam ilmu filsafat sebagai struktur yang tumbuh tanpa pusat, menyebar ke berbagai arah, dan saling terhubung tanpa hierarki yang kaku. Dalam konteks pameran ini, Radetyo Itok menerjemahkan konsep tersebut ke dalam karya-karya visual yang tampak seperti jaringan ide, memori, dan pengalaman yang terus berkembang.
Karya-karya yang dipamerkan didominasi oleh permainan garis, tekstur, serta komposisi yang tampak acak namun sesungguhnya terstruktur secara intuitif. Setiap elemen dalam kanvas seolah menjadi catatan kecil yang berdiri sendiri, sekaligus terhubung dengan elemen lainnya di saat bersamaan. Pengunjung tidak diarahkan untuk memahami karya secara tunggal atau linier, melainkan diberi kebebasan untuk menafsirkan hubungan antar bagian sesuai dengan pengalaman dan perspektif masing-masing.
Salah satu karya yang cukup menarik perhatian dalam pameran ini adalah “Fragmented Pathways”. Karya ini menampilkan susunan garis-garis yang saling berpotongan dan berlapis dengan warna-warna yang cenderung kontras namun tetap harmonis. Secara visual, karya ini tampak seperti peta yang tidak memiliki tujuan akhir yang pasti dan menghadirkan berbagai kemungkinan arah. Karya ini bisa dimaknai tentang perjalanan hidup manusia yang tidak selalu lurus dan terencana. Setiap persimpangan, perpotongan, dan lapisan dalam karya tersebut merepresentasikan pilihan, pengalaman, serta kejadian yang membentuk identitas seseorang.
Melalui “Fragmented Pathways”, Radetyo Itok seakan ingin menegaskan bahwa kehidupan tidak harus dipahami sebagai satu garis lurus menuju tujuan tertentu. Justru, keindahan dan makna sering kali muncul dari kerumitan, ketidakteraturan, dan hubungan-hubungan tak terduga yang terbentuk sepanjang perjalanan. Karya ini juga mengajak para pecinta seni untuk menerima ketidakpastian sebagai bagian dari proses, sekaligus melihat bahwa setiap fragmen pengalaman memiliki peran dalam membentuk keseluruhan cerita.
Dalam pameran “Rhizomatic Notes”, Radetyo Itok tidak hanya menampilkan karya sebagai objek visual, tapi juga medium untuk menggugah kesadaran akan cara manusia memahami dunia. Dengan pendekatan yang eksperimental dan konseptual, pameran ini memberikan ruang bagi pengunjung untuk tidak sekadar melihat, tetapi juga merasakan, merenungkan, dan membangun makna mereka sendiri dari setiap karya yang ditampilkan.

