Ayah Ada tapi Terasa Tiada, Film Baru Mawar Eva Angkat Isu ‘Fatherless’

"Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" Soroti Gen Z yang Lelah Jadi 'Orang Tua'

Navaswara.com – Kehadiran fisik orang tua ternyata belum tentu menjamin kedekatan emosional dalam sebuah keluarga. Realitas ini diangkat secara intim lewat film terbaru garapan sutradara Kuntz Agus berjudul “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?”. Produksi kolaborasi Five Elements Pictures dan Kult Creative ini menyoroti kisah seorang anak perempuan yang terpaksa menanggung beban berat ketika sosok ayah di rumah terasa berjarak.

Mawar Eva De Jongh dipercaya memerankan karakter utama bernama Dira. Ia tumbuh di rumah yang sekilas tampak hangat, namun menyimpan jarak yang sulit dijelaskan. Ayahnya selalu ada di rumah, tetapi emosinya tidak pernah benar-benar hadir. Ibunya terus berusaha menjaga keseimbangan keluarga dengan bekerja. Situasi tersebut perlahan memaksa Dira mengambil peran ganda dan tanggung jawab yang belum semestinya ia pikul pada usia muda.

Mawar melihat karakternya sebagai cerminan anak muda zaman sekarang yang terjebak dalam kebingungan mencari pegangan. “Berperan sebagai Dira itu seperti mewakili perasaan anak yang punya banyak mimpi, tapi juga kesulitan mencari arah saat ayahnya terasa jauh,” ungkap Mawar menceritakan dinamika emosional karakternya.

Produser Ody Mulya dan Soemijato Muin melihat naskah racikan Oka Aurora bersama Kuntz Agus ini sebagai cerminan nyata generasi masa kini. Ody menuturkan bahwa film ini menjadi ruang validasi untuk Gen Z dan Milenial yang sering kali kelelahan karena harus menjadi penopang utama di rumah.

“Kami juga ingin mengajak penonton melihat kembali pengorbanan ayah yang tidak terlihat,” ujar Ody.

Sutradara Kuntz Agus sengaja membuat pendekatan cerita ini agar penonton bisa memahami sudut pandang ayah sebagai elemen penting, tanpa langsung menghakiminya. Ia menempatkan cerita pada area abu-abu agar narasi terasa lebih membumi dan logis.

“Film ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan mengajak penonton melihat perjuangan tersembunyi seorang ayah dalam menjaga keluarganya,” kata Kuntz.

Alur penceritaan film ini mengalir tanpa perlu mengandalkan ledakan konflik dramatis yang berlebihan. Penonton diajak menyelami bagaimana jarak emosional di dalam rumah sanggup membentuk cara pandang Dira terhadap dirinya sendiri serta caranya mencari arah kehidupan. Mawar Eva dibantu oleh Rey Bong beserta deretan pemain lain berhasil menghidupkan dinamika keluarga yang terasa sangat akrab dengan keseharian masyarakat kita.

“Film ini adalah ruang untuk memvalidasi perasaan teman-teman Gen Z dan Milenial yang lelah karena harus menjadi ‘tiang’ di rumah. Kami ingin mengajak kita melihat kembali pengorbanan Ayah seperti apa,” papar mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *