Wamen PPPA Veronica Tan Soroti Peran Perempuan dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga

Navaswara.com – Tidak sedikit perempuan di Indonesia yang mengelola keuangan rumah tangga sekaligus menjaga keberlangsungan usaha kecil. Peran ini berjalan setiap hari, namun tampaknya belum dihitung sebagai bagian dari aktivitas ekonomi produktif yang diakui.

Kondisi tersebut berdampak pada akses yang belum merata terhadap pembiayaan, pelatihan, dan peluang usaha. Padahal, keterlibatan perempuan dalam ekonomi keluarga berpengaruh langsung pada stabilitas pendapatan serta kualitas hidup di tingkat rumah tangga.

Isu ini kembali mengemuka dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI yang digelar di Makassar pada 26 Maret 2026. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menegaskan posisi perempuan sebagai penggerak utama ekonomi keluarga.

“Perempuan pada dasarnya adalah manajer dalam keluarga, mengelola kebutuhan hingga menjaga keberlangsungan rumah tangga. Namun peran ini belum sepenuhnya diakui sebagai bagian dari ekonomi produktif. Karena itu, negara perlu memastikan perempuan memiliki akses, kesempatan, dan dukungan untuk menjadi pelaku utama dalam penguatan ekonomi,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Menurut Veronica, penguatan ekonomi perempuan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan sumber daya dan pendampingan yang konsisten. Akses terhadap lahan, program desa, hingga jejaring usaha dinilai menentukan kemampuan perempuan untuk berkembang secara mandiri.

Upaya ini juga dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian. Langkah tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga dan komunitas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya hilirisasi sektor pangan agar nilai tambah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia menilai sektor ini masih menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional.

Veronica menambahkan, transformasi sektor pangan perlu berjalan seiring dengan peningkatan peran perempuan di dalamnya. Keterlibatan aktif perempuan dinilai menentukan distribusi manfaat hingga ke tingkat keluarga.

Dengan jumlah yang hampir setara dengan laki-laki dalam struktur penduduk, perempuan memegang posisi strategis dalam mendorong ekonomi yang inklusif. “Pemberdayaan perempuan adalah investasi strategis untuk membangun ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing,” kata Veronica.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *