Navaswara.com – Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama energi dengan Rusia untuk menjaga ketahanan pasokan di tengah ketidakpastian global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow, kemarin. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama pasokan minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta investasi dan pengembangan infrastruktur energi.
“Indonesia berpotensi menambah cadangan minyak mentah dan mendapatkan pasokan LPG dari kerja sama tersebut,” kata Bahlil.
Selain pasokan energi, pembahasan juga mencakup pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) dan peluang kerja sama jangka panjang di sektor migas.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah perusahaan energi Rusia, seperti Rosneft, Lukoil, dan Zarubezhneft.
“Kerja sama akan dijajaki melalui skema antarpemerintah maupun bisnis ke bisnis. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi di sektor lain, termasuk mineral dan energi baru,” ungkap Bahlil.
Sementara, pihak Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia, termasuk pasokan minyak dan gas serta pengembangan infrastruktur energi.
Pemerintah menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi di tengah fluktuasi pasar global.
