Incentive Travel Jadi Strategi Baru Perusahaan, Golden Rama Tours & Travel Tangkap Momentum

Navaswara.com — Cara perusahaan memotivasi karyawan mulai bergeser. Jika dulu identik dengan bonus finansial, kini banyak perusahaan melihat pengalaman perjalanan sebagai bagian dari strategi membangun tim yang lebih solid dan produktif.

Tren ini terlihat dari semakin meningkatnya minat terhadap program corporate incentive travel, yang tidak lagi diposisikan sekadar rekreasi, tetapi sebagai alat untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kinerja karyawan.

Secara global, industri perjalanan bisnis juga menunjukkan arah yang sama. Proyeksi dari Global Business Travel Association menyebutkan belanja perjalanan bisnis dunia diperkirakan mencapai USD 1,8 triliun pada 2027, dengan Asia Pasifik menjadi salah satu motor pertumbuhan utama.

Menjawab tren tersebut, Golden Rama Tours & Travel menghadirkan layanan Corporate Incentive Travel yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola program penghargaan karyawan secara lebih terstruktur dan berdampak.

President Director Golden Rama, Madu Sudono, melihat bahwa pendekatan ini semakin relevan di tengah perubahan pola kerja dan ekspektasi karyawan.

“Perusahaan mulai menyadari bahwa pengalaman yang bermakna bisa menjadi bentuk apresiasi yang jauh lebih kuat. Dari situ, motivasi dan keterlibatan karyawan ikut meningkat,” ujarnya.

Hal ini juga diperkuat oleh laporan SITE Foundation yang mencatat lebih dari separuh perusahaan global berencana meningkatkan anggaran untuk incentive travel. Artinya, kepercayaan terhadap efektivitas program ini semakin tinggi.

Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat. Destinasi seperti Jepang, Korea Selatan, hingga berbagai kota di Eropa menjadi pilihan favorit perusahaan karena mampu menawarkan kombinasi pengalaman budaya dan fasilitas yang mendukung kegiatan kelompok.

General Manager Communications & CRM Golden Rama, Ricky Hilton, menambahkan bahwa saat ini perusahaan tidak hanya mencari perjalanan, tetapi pengalaman yang lebih personal dan berkesan.

“Incentive travel sekarang lebih ke pengalaman. Bukan sekadar pergi bersama, tapi bagaimana perjalanan itu punya cerita, punya dampak bagi tim,” jelasnya.

Golden Rama sendiri merespons kebutuhan ini dengan pendekatan terintegrasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di destinasi. Hasilnya mulai terlihat. Pada 2025, segmen incentive travel menyumbang lebih dari 11 persen terhadap total penjualan perusahaan.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa perjalanan bukan lagi biaya tambahan, melainkan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia.

Dengan pengalaman panjang di industri perjalanan dan jaringan global yang luas, Golden Rama optimistis tren ini akan terus berkembang. Ke depan, incentive travel diperkirakan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga bagian penting dalam strategi perusahaan untuk menciptakan tim yang lebih solid, adaptif, dan siap bersaing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *