Navaswara.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia kembali melakukan perjalanan mudik. Perjalanan pulang ini menjadi tradisi tahunan yang mempertemukan keluarga serta menjaga ikatan yang telah berlangsung lintas generasi.
Di tengah arus mudik tersebut, Tempo Scan kembali menggelar program Mudik Gratis bertajuk “Mudik Sepenuh Hati 100% Indonesia dari Generasi ke Generasi Bersama Membangun Negeri”. Program ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada para mitra usaha yang selama ini tumbuh bersama jaringan distribusi Tempo Scan.
Tahun ini, sebanyak 52 bus dengan sekitar 3.000 peserta diberangkatkan dari Jakarta menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Pelepasan peserta berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang dikenal sebagai simbol persatuan dan keberagaman umat Muslim di Indonesia.
Acara pelepasan turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana. Ribuan peserta memulai perjalanan menuju kampung halaman dengan harapan dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga setelah menempuh perjalanan panjang dari ibu kota.
Executive Chairman dan Founder Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang telah hadir selama lebih dari tujuh dekade di Indonesia.
“Kami berpegang pada tanggung jawab serta kebermanfaatan bagi masyarakat. Program mudik ini diharapkan dapat membantu perjalanan para mitra usaha agar mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” ujar Handojo.
Program Mudik Gratis Tempo Scan telah berjalan sejak 2017 dan terus mendapat respons positif dari mitra usaha di berbagai daerah. Ribuan peserta telah diberangkatkan melalui program ini setiap tahun sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap tradisi mudik.
Persiapan Sederhana agar Perjalanan Tetap Nyaman
Selain menyiapkan perjalanan, kesiapan fisik juga menjadi hal yang perlu diperhatikan pemudik. Perjalanan jarak jauh, kepadatan transportasi, dan perubahan pola istirahat dapat memengaruhi kondisi tubuh apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Menjaga daya tahan tubuh sebelum berangkat menjadi langkah penting. Istirahat yang cukup serta membawa suplemen dapat membantu menjaga stamina selama perjalanan.
Perjalanan berjam-jam juga berpotensi menimbulkan pegal pada leher, bahu, maupun punggung akibat duduk terlalu lama. Pemudik biasanya menyiapkan obat pereda nyeri atau krim otot untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama perjalanan.
Kemacetan dan perubahan jadwal keberangkatan sering memicu kelelahan yang berujung sakit kepala. Karena itu banyak pemudik memilih membawa obat sakit kepala sebagai langkah antisipasi.
Perjalanan bersama anak memerlukan perhatian tambahan. Nutrisi yang cukup serta perlengkapan perawatan bayi perlu disiapkan agar anak tetap nyaman sepanjang perjalanan.
Kebersihan pribadi juga perlu dijaga, terutama ketika berada di ruang publik yang padat selama musim mudik. Membawa perlengkapan perawatan pribadi dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap segar hingga tiba di tujuan.
Persiapan yang matang membuat perjalanan terasa lebih ringan. Persiapan kecil seperti ini sering membuat perjalanan terasa lebih nyaman, sehingga pemudik dapat tiba di kampung halaman dengan kondisi tubuh tetap prima.
