Navaswara.com – Pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Crystal Palace di Stadion Tottenham Hotspur berakhir dengan kenangan pahit bagi tuan rumah yang harus menyerah dengan skor telak 1-3. Drama dimulai sejak babak pertama ketika Tottenham sebenarnya sempat memberikan harapan kepada pendukungnya melalui gol pembuka yang dicetak oleh Dominic Solanke pada menit ke-34 setelah memanfaatkan umpan tarik Archie Gray.
Namun, kegembiraan tersebut hanya bertahan sekejap, karena situasi berubah drastis empat menit kemudian saat Micky van de Ven diganjar kartu merah setelah menarik Ismaila Sarr yang berada diposisi mengancam gawang. Kehilangan satu pemain menjadi lubang menganga yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Crystal Palace untuk membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
Ismaila Sarr memulai kebangkitan tim tamu melalui eksekusi penalti pada menit ke-40 dan berhasil menyamakan kedudukan. Memasuki menit tambahan babak pertama, lini pertahanan Tottenham yang goyah kembali melakukan blunder yang berujung pada gol Jorgen Strand Larsen setelah menerima assist matang dari Adam Wharton yang membuat skor menjadi 1-2.
Tak berselang lama, penderitaan Tottenham Spurs semakin lengkap ketika Ismaila Sarr mencetak gol keduanya pada menit ke-45+7 yang memastikan keunggulan Palace menjadi 1-3 saat turun minum. Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada lagi gol yang tercipta baik untuk tuan rumah maupun tim tamu yang berhasil memepertahankan keunggulan.
Keberhasilan Palace ini tidak lepas dari strategi cerdas yang diungkapkan oleh Strand Larsen. Mereka sengaja bermain menyerang dan memancing rasa frustrasi suporter tuan rumah. Hal ini dilakukan agar tekanan mental justru berbalik menyerang para pemain Tottenham di hadapan pendukung mereka sendiri.
Meskipun di babak kedua tim asuhan Igor Tudor mencoba tampil lebih agresif dan melakukan beberapa percobaan serangan, keunggulan jumlah pemain membuat Crystal Palace mampu mengontrol ritme permainan dengan lebih stabil walau manajer Oliver Glasner sempat mengkritik penurunan konsistensi anak asuhnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Tottenham karena memperpanjang rekor buruk mereka, yakni sebelas laga tanpa kemenangan di Premier League. Ini merupakan sebuah catatan kelam yang belum pernah terjadi lagi sejak tahun 1935. Dampaknya sangat nyata di tabel klasemen, di mana Spurs kini terjerembab di posisi ke-16 dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
