Navaswara.com – Selama puasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam dan efeknya terasa hingga ke kulit. Dehidrasi transdermal membuat wajah lebih kering, tampak kusam, serta mudah sensitif. Studi dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology (2020) menunjukkan dehidrasi berkepanjangan menurunkan elastisitas sekaligus melemahkan fungsi skin barrier. Rutinitas skincare yang disesuaikan membantu kulit tetap segar dari sahur hingga berbuka.
“Selama periode puasa yang berkepanjangan, kulit kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan kelembapan secara efisien. Itulah sebabnya hidrasi topikal menjadi krusial karena skin barrier memerlukan dukungan aktif dari luar saat hidrasi internal untuk sementara dibatasi,” ujar Dr. Shereene Idriss, Board-Certified Dermatologist di Weill Cornell Medicine, New York.
Apa saja yang perlu diterapkan?
1. Andalkan Hyaluronic Acid
Saat asupan cairan dari dalam berkurang, kulit memerlukan dukungan topikal yang tepat. Hyaluronic acid bekerja menarik kelembapan ke lapisan kulit dan membantu mempertahankannya lebih lama. Aplikasikan serum pada kulit yang masih sedikit lembap setelah mencuci wajah agar penyerapannya optimal. Formula multi-weight HA membantu hidrasi terasa lebih merata.
2. Sunscreen Tetap Penting
Paparan sinar UV tidak berhenti saat kita berpuasa. Kondisi kulit yang cenderung lebih kering justru membuatnya rentan iritasi dan hiperpigmentasi. Pilih sunscreen ringan berbasis air dengan minimal SPF 30 PA+++ agar nyaman dipakai ulang. Kandungan niacinamide maupun centella asiatica dapat membantu menjaga barrier tetap tenang.
3. Beralih ke Gentle Cleanser
Pembersih wajah yang terlalu keras dapat mengikis minyak alami yang sedang dibutuhkan kulit. Selama Ramadan, gunakan pembersih dengan basis micellar, amino acid, atau ceramide agar wajah bersih tanpa terasa tertarik. Double cleanse cukup dilakukan malam hari agar tidak mengurangi kelembapan. Pagi hari, bilasan air atau micellar ringan sudah memadai.
4. Maksimalkan Perawatan Malam
Waktu tidur memberi ruang bagi kulit untuk memperbaiki diri. Gunakan sleeping mask atau pelembap bertekstur lebih kaya dengan kandungan ceramide, peptida, atau shea butter. Oleskan tipis setelah rangkaian skincare malam dan biarkan bekerja semalaman. Kulit biasanya terasa lebih kenyal saat bangun sahur.
5. Hidrasi dari Dalam Tetap Krusial
Perawatan luar perlu diimbangi asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka. Konsumsi air putih secara bertahap dan pilih makanan kaya antioksidan, seperti buah beri, tomat, serta alpukat. Hindari minuman terlalu manis karena bisa mempercepat kehilangan cairan. Penelitian dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology (2021) juga mencatat penggunaan topikal HA konsisten selama delapan minggu meningkatkan kadar hidrasi kulit hingga 40 persen.
Puasa mengajarkan disiplin, termasuk dalam merawat diri. Puasa bukan penghalang untuk tampil cantik. Dengan memilih produk yang tepat dan menyesuaikan rutinitas, kulitmu bisa tetap sehat, terhidrasi, dan bercahaya bahkan di hari-hari terpanjang sekalipun. Karena perawatan diri adalah bagian dari bersyukur.
