Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog strategis antara Presiden dan para pemuka agama membahas sejumlah isu kebangsaan dan keumatan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pertemuan ini merupakan kali ketiga Presiden Prabowo berdialog langsung dengan ormas-ormas Islam sejak dilantik. Salah satu topik utama yang dibahas adalah rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi.
“Perkampungan haji perlu saya sampaikan bahwa ini keakraban Presiden kita dengan MBS (Muhammad bin Salman), sehingga Indonesia menjadi negara pertama yang diberi kesempatan membeli properti di Kota Makkah dan Madinah,” ujar Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan warga negara asing memiliki properti berupa tanah dan hotel di Makkah dan Madinah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Indonesia untuk menyiapkan kawasan khusus bagi jamaah haji.
“Kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas, hampir sekitar 60 hektare, jaraknya antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka’bah. Nantinya akan ada terowongan yang menghubungkan langsung Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” jelasnya.
Selain membahas kampung haji, Prabowo dan para tokoh agama juga mendiskusikan penguatan ekonomi umat melalui pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Pemerintah mendorong agar pengelolaan dana umat ke depan dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Nanti akan ada sentuhan manajemen dari para profesional. Dengan begitu, efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana umat bisa lebih maksimal dan kembali untuk kepentingan umat sendiri,” kata Nasaruddin.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo disebut membuka ruang komunikasi yang luas dan intensif dengan para tokoh agama. Presiden juga mendengarkan berbagai masukan terkait peran pesantren dan ormas Islam dalam menjaga persatuan, moderasi beragama, serta ketahanan sosial masyarakat.
“Bapak Presiden sangat terbuka. Diskusinya cair, beliau menikmati dialog dengan para kiai, ulama, dan pimpinan pondok pesantren,” ujar Nasaruddin.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi dengan tokoh-tokoh keagamaan, sekaligus memastikan kebijakan strategis nasional, termasuk penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaan dana umat, berjalan sejalan dengan aspirasi masyarakat.
