Navaswara.com – Pecinta kuliner Jepang di Indonesia kini memiliki destinasi baru untuk menikmati ramen otentik yang terjamin kehalalannya. Chikaranomoto Holdings, perusahaan induk yang menaungi jaringan ramen global Ippudo, secara resmi meluncurkan brand terbaru mereka, Ramen Mania. Berbeda dengan pendahulunya, Ramen Mania hadir dengan konsep 100% no pork, no lard, dan telah mengantongi sertifikasi halal resmi dari BPJPH.
CEO Chikaranomoto Holdings, Tomoyuki Yamane, menjelaskan bahwa kehadiran Ramen Mania merupakan jawaban atas permintaan pasar Indonesia yang sangat besar. Sejak Ippudo hadir di Jakarta pada 2014, banyak konsumen yang menginginkan produk ramen dengan cita rasa otentik Jepang namun bisa dikonsumsi oleh umat Muslim. Setelah melalui riset panjang dan proses sertifikasi, gerai ini akhirnya resmi diperkenalkan kepada publik.
“Ide aslinya sudah ada sejak tahun 2012 atau 2013, namun kami sibuk mengembangkan bisnis Ippudo dan sempat terhalang pandemi Covid-19. Akhirnya pada 2023 kami memulai proyek ini secara serius dengan waktu pengembangan produk sekitar 6-8 bulan,” ujar Yamane dalam acara temu media di Jakarta.
Ramen Mania mengusung filosofi bahwa kelezatan atau “oishii” tidak memiliki batasan. Meski menggunakan bahan-bahan halal seperti daging ayam, sapi, dan makanan laut, Yamane menjamin cita rasanya tetap otentik khas Jepang. Hal ini dikarenakan keahlian perusahaan yang sudah 40 tahun berkecimpung di dunia ramen, sehingga standar kualitasnya diawasi langsung oleh para ahli dari Jepang.
Pemilihan Indonesia sebagai lokasi peluncuran perdana brand ini bukan tanpa alasan. Dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan mayoritas Muslim, Indonesia dianggap sebagai pasar strategis. Yamane berharap Ramen Mania bisa sukses di sini agar gaungnya bisa terdengar hingga ke luar negeri, mengingat banyaknya wisatawan Indonesia yang bepergian ke berbagai negara.

Konsep Ramah Keluarga Indonesia
“Kami melakukan riset pasar tentang apa yang disukai orang Indonesia. Selain ramen, kami sediakan nasi dan makanan pendamping seperti gyoza serta kentang goreng agar cocok untuk tempat nongkrong dan berbagi makanan bersama teman atau keluarga,” jelas Amanda.
Ramen Mania hadir dengan konsep yang menyasar pasar luas, dari keluarga dan konsumen Muslim hingga Gen Z, pelajar, serta profesional muda. Sajian utamanya bertumpu pada tiga varian ramen andalan, yaitu Shiro Ramen, Kuro Ramen, dan Aka Ramen, yang dipadukan dengan beragam menu kreatif hasil adaptasi selera lokal.
Dengan harga mulai Rp39.000++, Ramen Mania memosisikan diri sebagai pilihan yang lebih ramah di kantong dibandingkan brand ramen premium seperti Ippudo, tanpa melepaskan karakter asli ramen Jepang.
“Ramen Mania menjadi wujud komitmen kami untuk menghadirkan ramen yang bisa dinikmati banyak kalangan dengan harga terjangkau, sambil tetap menjaga kredibilitas dan disiplin khas sebuah brand ramen Jepang,” kata Amanda Sihombing, Managing Director Ramen Mania Indonesia.
Selain ramen berkuah, Ramen Mania juga menyajikan dry ramen dan spicy dry ramen, ditambah menu fusion seperti creamy cheese tomato ramen dan zesty shrimp ramen. Tak hanya itu, tersedia juga menu nasi seperti chicken namban, poke bowl, hingga sushi untuk mengakomodasi kebiasaan makan orang Indonesia yang gemar menyantap nasi. Pilihan hidangan lain seperti sushi, dan aneka appetizer turut melengkapi pengalaman bersantap yang lebih variatif.
Restoran ini juga didesain ramah anak dengan menu yang tidak pedas, sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan usia yang ingin mencicipi ramen Jepang yang sebenarnya.

Menanggapi persaingan dengan brand ramen halal lain yang sudah lebih dulu eksis, pihak manajemen mengaku tidak khawatir. Yamane menegaskan bahwa kekuatan utama mereka terletak pada otentikasi rasa yang sudah mendapat “stempel persetujuan” dari pendiri Ippudo yang dijuluki “Ramen King” di Jepang.
Untuk lokasi, gerai pertama Ramen Mania dipilih di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, karena lokasinya yang strategis di tengah kota. Restoran ini mengusung konsep open kitchen untuk transparansi, sehingga pelanggan bisa melihat langsung kebersihan dan proses pembuatan ramen yang higienis sesuai standar Jepang.
Ke depannya, Chikaranomoto Holdings memiliki rencana ekspansi yang agresif. Setelah gerai pertama ini, mereka menargetkan pembukaan cabang kedua dan ketiga setelah Lebaran tahun ini. Yamane optimis pasar Indonesia mampu menampung ratusan gerai Ramen Mania di masa depan, bahkan tidak menutup kemungkinan brand ini akan dibawa kembali ke Jepang suatu hari nanti.
