Navaswara.com – Nama Stephen Hawking kerap menjadi rujukan utama dalam dunia fisika teoretis. Karena itu, ketika sebuah makalah ilmiah dikutip oleh Hawking, perhatian komunitas ilmiah global biasanya langsung tertuju pada penulisnya.
Salah satu nama yang pernah mendapat sorotan tersebut adalah Sabrina Gonzalez Pasterski, fisikawan teoretis asal Amerika Serikat yang sejak usia muda dikenal memiliki rekam jejak akademik menonjol. Sejumlah media internasional bahkan menjulukinya sebagai “The Next Einstein”, meski Pasterski sendiri jarang menanggapi label tersebut.
Dilansir dari sejumlah sumber internasional, berikut beberapa fakta tentang perjalanan akademik dan riset Sabrina Pasterski.
1. Ketertarikan pada Teknik Sejak Usia Dini
Minat Sabrina terhadap dunia teknik dan fisika sudah terlihat sejak remaja. Pada usia 12 tahun, ia diketahui merakit sebuah pesawat bermesin tunggal di garasi rumah keluarganya. Pesawat tersebut bahkan sempat diterbangkannya secara legal beberapa tahun kemudian setelah memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
2. Lulusan MIT dengan Predikat Tertinggi
Sabrina menempuh pendidikan sarjana di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan lulus dari jurusan fisika dengan nilai akademik sempurna. Prestasi tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu mahasiswa berprestasi di kampus tersebut sebelum melanjutkan studi doktoral.
3. Melanjutkan Studi Doktoral di Harvard
Setelah lulus dari MIT, Sabrina melanjutkan pendidikan doktoralnya di Universitas Harvard. Di sana, ia menekuni fisika teoretis dengan fokus pada gravitasi, relativitas umum, dan mekanika kuantum.
4. Risetnya Dikutip Stephen Hawking
Saat menempuh studi doktoral, Sabrina terlibat dalam penelitian terkait Spin Memory Effect, sebuah fenomena dalam teori relativitas dan gelombang gravitasi. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan kemudian dikutip oleh Stephen Hawking dalam salah satu karyanya, menjadikannya perhatian komunitas fisika internasional.
5. Menolak Tawaran dari Sejumlah Institusi Elite
Kapasitas akademik Sabrina membuatnya diminati berbagai institusi riset. Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa ia pernah menerima tawaran bernilai besar dari universitas ternama, namun memilih untuk tetap fokus pada jalur riset yang sesuai dengan minat ilmiahnya.
6. Aktif di Dunia Riset Teoretis
Sejak 2021, Sabrina tercatat bergabung dengan Perimeter Institute for Theoretical Physics, Kanada. Di lembaga tersebut, ia terlibat dalam pengembangan Celestial Holography, sebuah pendekatan teoretis untuk memahami struktur ruang-waktu melalui perspektif holografi dan fisika kuantum.
Alih-alih mengejar popularitas, Sabrina Pasterski dikenal lebih memilih berkutat di balik layar dunia riset. Kontribusinya yang dikutip oleh tokoh sekaliber Stephen Hawking menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan ilmiahnya, sekaligus menunjukkan bagaimana riset fundamental terus berkembang melalui generasi fisikawan baru.
