Navaswara.com — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kemenko PMK harus menjadi gerakan nyata menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas, bukan sekadar penandatanganan piagam atau seremoni formal.
Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam acara Penandatanganan Piagam Penguatan Pembangunan Zona Integritas, yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (5/11/2025).
“Ini bukan acara simbolis, bukan sekadar tanda tangan piagam. Ini komitmen kita untuk bekerja lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan inovatif,” tegas Menko PMK.
Pratikno menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan birokrasi yang dinamis di tengah keterbatasan sumber daya. Ia mencontohkan bagaimana penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Kemenko PMK telah membantu mempercepat proses kerja dan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.
“Inovasi seperti penggunaan AI adalah bagian dari semangat zona integritas—bekerja cerdas, efisien, dan tetap berpegang pada nilai-nilai integritas,” tambahnya.
Menko PMK juga mengingatkan bahwa Kemenko PMK pernah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2021 melalui Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda. Ia menargetkan pada Mei 2026, Kemenko PMK dapat kembali mengajukan unit kerja berpredikat WBK/WBBM, dengan memperkuat internalisasi nilai-nilai integritas di seluruh jajaran.
“Integritas bukan sekadar slogan. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata: disiplin, menolak suap, menolak gratifikasi, dan menghindari benturan kepentingan,” ujar Pratikno.
Ia juga meminta para deputi membentuk Tim Pembangunan Zona Integritas di tiap unit kerja untuk memastikan pengawasan internal berjalan efektif. Seluruh pegawai, lanjutnya, harus berani melapor melalui whistleblowing system jika menemukan pelanggaran etika atau gratifikasi.
“Kita semua wajib menjadi teladan dan penjaga nilai integritas di Kemenko PMK. Zona integritas bukan dokumen, tetapi budaya kerja yang hidup,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat eselon I dan II, serta Tim Reformasi Birokrasi General dan Tematik Kemenko PMK.
