Dari Kampus untuk Masa Depan, Talenta Digital Gen Z Disiapkan Hadapi Dunia Kerja Baru

Navaswara.com — Aula kampus yang biasanya menjadi ruang akademik, pagi itu berubah menjadi ruang harapan. Mahasiswa, dosen, dan pemangku kebijakan berkumpul dalam satu tujuan: menyiapkan generasi muda agar tidak tertinggal dalam perubahan besar dunia kerja digital.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekonomi digital nasional melalui peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z. Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang didukung penuh oleh Kemdiktisaintek.

Peluncuran program berlangsung di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (30/1), sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta muda yang adaptif terhadap perubahan struktur ketenagakerjaan global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional ke depan harus ditopang oleh kebangkitan industri-industri baru yang memiliki fondasi sains dan teknologi yang kuat.

Menurutnya, penguatan ekosistem berbasis riset dan inovasi menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan deindustrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing bangsa.

“Indonesia perlu mendorong lahirnya industri-industri baru yang berbasis sains dan teknologi yang kuat. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi kunci membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Brian.

Ia menekankan, perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi nasional. Karena itu, Kemdiktisaintek terus memperkuat pendanaan riset serta mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh dunia industri dan masyarakat.

“Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Ia harus sampai ke masyarakat dan memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Institut Teknologi Bandung Tatacipta Dirgantara menilai ekonomi digital dan gig economy merupakan pergeseran mendasar dalam lanskap dunia kerja yang menuntut perubahan pendekatan pendidikan tinggi.

“Gig economy bukan sekadar tren, melainkan perubahan cara kerja. Perguruan tinggi harus menjadi ekosistem inovasi yang mencetak talenta, melahirkan riset, serta menghasilkan solusi teknologi dan model bisnis baru,” ujar Tatacipta.

Ia menambahkan, kampus memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk memastikan generasi muda mampu beradaptasi sekaligus menciptakan peluang kerja baru di era digital.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa pengembangan gig economy menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah, khususnya bagi penguatan sektor industri kreatif.

“Gig economy adalah engine of growth industri kreatif di Jawa Barat. Dengan dukungan riset, pelatihan, dan pendampingan yang tepat, sektor ini dapat membuka lapangan kerja baru serta membantu menekan pengangguran dan kemiskinan,” ujar Herman.

Melalui peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z ini, pemerintah berharap tercipta sinergi antara kebijakan pusat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai pilar utama pembangunan bangsa, sekaligus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *