Navaswara.com-Langit Cileungsi siang itu tampak teduh ketika deretan keluarga kecil berkumpul di Pesona Kahuripan, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025). Di antara wajah-wajah penuh harap, senyum lega muncul begitu kunci rumah subsidi berpindah tangan. Momen akad massal untuk 26 ribu unit rumah berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu menjadi babak baru bagi banyak orang yang selama ini hanya bisa bermimpi memiliki rumah sendiri.
Samsul Bahri, pengemudi ojek online, tak kuasa menahan haru ketika menerima kunci rumah pertamanya. Lebih dari sepuluh tahun ia bersama keluarga harus berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. “Sangat luar biasa, saya sangat senang sekali karena selama ini menantikan sebuah rumah. Sekarang sangat bersyukur akhirnya punya rumah,” ucapnya. Bagi Samsul, kebijakan rumah subsidi tanpa uang muka memberi peluang nyata untuk hidup lebih tenang. “Kalau sudah punya rumah, kerja pun jadi fokus buat keluarga,” tambahnya.
Kisah serupa datang dari Rohman, petani asal Indramayu, yang sejak 2010 hidup berpindah-pindah tempat tinggal. Baginya, rumah subsidi bukan hanya atap baru, tapi juga jawaban doa panjang. “Biar anak tentram, jangan pindah-pindah lagi. Bisa kumpul tenang sama istri dan anak,” ungkapnya.
Tak kalah haru, Julianus Silalahi, pedagang kopi keliling, juga berbagi rasa syukur. Sejak 2011 ia hanya mampu tinggal di rumah kontrakan sederhana. Kini, ia bahkan ingin mengajak rekan-rekan sesama pedagang ikut dalam program ini. “Suasananya enak, pelayanannya baik, marketingnya ramah. Harapannya, teman-teman lain juga bisa ambil perumahan,” tuturnya.
Cerita lain datang dari Zulkifli, ayah almarhum Affan Kurniawan, yang mendapat rumah hibah dari pemerintah. Rumah itu baginya adalah anugerah besar setelah lama menumpang. “Saya sekeluarga alhamdulillah cukup. Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, sangat membantu sekali bagi keluarga kami,” katanya.
Bagi para penerima manfaat, rumah subsidi FLPP lebih dari sekadar bangunan. Ia adalah simbol kepastian, tempat tumbuhnya harapan, dan ruang untuk menata masa depan. Suasana penuh tawa bercampur haru di Cileungsi hari itu memperlihatkan bagaimana sebuah kebijakan bisa langsung menyentuh kehidupan rakyat kecil: petani, pedagang, hingga pengemudi ojek daring.
Program rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa kepemilikan rumah layak bukan lagi sekadar mimpi. Dari kunci kecil yang berpindah tangan, lahirlah rasa aman dan kebahagiaan yang sederhana, tapi begitu berarti bagi jutaan keluarga Indonesia.
