Inovasi Pertadex Kilang Pertamina Balikpapan Raih Emas di IPITEX 2026 Thailand

Ketika Inovasi Anak Bangsa Menguatkan Energi Nasional di Panggung Global

Navaswara.com – Tepuk tangan panjang terdengar di salah satu paviliun Bangkok International Trade and Exhibition Centre. Di antara ratusan inovasi dari berbagai negara, nama Indonesia kembali dipanggil ke panggung internasional. Sebuah inovasi energi dari Kilang Pertamina Balikpapan berhasil mencuri perhatian juri dan peserta pameran teknologi dunia.

Momen itu menandai diraihnya Golden Medal IPITEX 2026 oleh PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan atas inovasi produksi Pertadex, bahan bakar diesel bersulfur rendah yang dinilai mampu menjawab tantangan industri energi global sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5 hingga 9 Januari 2026 di Bangkok, Thailand.

Inovasi bertajuk Boosting Low Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production Line Modifications ini menghadirkan terobosan formula dan penyesuaian jalur produksi yang memungkinkan peningkatan output Pertadex tanpa mengorbankan produksi Avtur, bahan bakar pesawat terbang yang memiliki standar ketat.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyampaikan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan perusahaan untuk terus beradaptasi menghadapi dinamika industri energi yang semakin kompetitif.

“Inovasi adalah bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab tantangan bisnis, baik internal maupun eksternal. Keberhasilan ini mencerminkan semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi perusahaan dan bangsa,” ujar Anto.

Melalui inovasi ini, KPI Unit Balikpapan mampu meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan. Waktu produksi Pertadex dan Avtur berhasil dipercepat dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, sekaligus meminimalkan penggunaan produk untuk proses flushing line.

Dari sisi bisnis, inovasi tersebut tercatat menghasilkan lifting sebesar 1.629 ribu barrel dan memberikan kontribusi peningkatan profit perusahaan hingga 7,2 juta dolar Amerika Serikat pada 2022. Selain itu, inovasi ini juga menekan emisi karbon hingga 1.399 ton CO2 per tahun, sejalan dengan komitmen transisi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Atas capaian tersebut, KPI Unit Balikpapan tidak hanya meraih Gold Medal, tetapi juga menerima penghargaan Invention Presentation serta Exhibiting Valuable Invention. Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De ong.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi inovasi Indonesia dalam pengembangan teknologi energi global.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero, Muhammad Baron, menegaskan bahwa penghargaan internasional ini menjadi bukti kapabilitas sumber daya manusia Pertamina yang mampu bersaing di tingkat dunia.

“Inovasi dari Kilang Balikpapan ini bukan hanya menciptakan efisiensi finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan. Ini merupakan bentuk nyata transformasi berkelanjutan Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Baron.

Sebelumnya, inovasi Pertadex ini juga meraih penghargaan Platinum pada ajang Annual Pertamina Quality Award 2025, penghargaan tertinggi di tingkat internal perusahaan.

Tim inovator yang tergabung dalam Project Collaboration Improvement FOMO DEX diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, dengan anggota Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, Deden Riskianandika, serta fasilitator Ferdana Eldriansyah.

IPITEX 2026 sendiri diikuti oleh 883 inovasi dari 24 negara, termasuk Kanada, China, India, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Polandia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand sebagai tuan rumah.

Capaian ini mempertegas posisi Kilang Pertamina Balikpapan sebagai salah satu motor inovasi energi nasional, sekaligus membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta inovasi energi dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *