Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keberadaan sekolah unggulan sebagai fondasi dalam menyiapkan kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak, dan berjiwa patriotik.
Pendidikan, kata Prabowo, tak semata soal prestasi akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian dan integritas calon pemimpin bangsa.
“Kita ingin menanamkan akhlak, menanamkan kepribadian yang baik dan bersih. Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin yang jujur, yang tidak akan korupsi, dan yang selalu berbuat terbaik untuk rakyat serta bangsanya,” ujarnya saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, kemarin.
Ia juga meminta seluruh pimpinan lembaga pendidikan, kepala sekolah, hingga para guru untuk menjalankan peran mereka dengan tanggung jawab dan dedikasi tinggi. Menurutnya, keberhasilan sekolah unggulan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan dan semangat para pendidik di dalamnya.
“Saya minta semua unsur pimpinan lembaga, para pemimpin sekolah, dan para pamong guru untuk melaksanakan pendidikan yang sebaik-baiknya. Pendidikan yang inovatif, yang benar-benar diniatkan untuk membina dan mengembangkan peserta didik,” katanya.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas keberadaan sekolah unggulan hingga ke tingkat kabupaten. Prabowo optimistis, langkah ini akan mempercepat proses kebangkitan kepemimpinan nasional dan memperkuat fondasi bangsa.
“Dengan tambahan SMA Garuda dan rencana satu sekolah unggulan di tiap kabupaten, kita harapkan kebangkitan kepemimpinan dan kebangkitan bangsa Indonesia bisa berlangsung lebih cepat,” lanjutnya.
Selain memperkuat sekolah unggulan, ia juga mengungkapkan, komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi sekitar 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
“Kita punya sekitar 300 ribu sekolah. Saya berharap dalam empat tahun ke depan kita bisa menyelesaikan seluruh perbaikan sekolah-sekolah di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitasnya di setiap bidang,” ujar Prabowo.
Ia menggarisbawahi bahwa pendidikan merupakan instrumen utama pembangunan nasional. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan, memperkuat demokrasi, serta menghapus kemiskinan.
“Pendidikan adalah instrumen kesejahteraan, pendidikan adalah instrumen demokrasi. Pendidikan dan kesehatan adalah instrumen untuk menghilangkan kemiskinan,” pungkasnya..
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berkarakter.
