Dari Grahadi, Khofifah dan Dubes Yaman Bangun Kolaborasi Strategis Dua Bangsa

Navaswara.com – Suasana hangat penuh nuansa persaudaraan terasa di Gedung Negara Grahadi saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Senin (18/5). Pertemuan berlangsung akrab dengan pembahasan strategis mengenai penguatan hubungan pendidikan, perdagangan, budaya hingga investasi antara Jawa Timur dan Yaman yang selama ini memiliki ikatan historis kuat.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik upaya memperkuat hubungan bilateral melalui penjajakan kerja sama lintas sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerja sama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya. Namun prosesnya tentu sesuai dengan rekomendasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri dan DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, sektor perdagangan antara Jawa Timur dan Republik Yaman menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data periode 2021–2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 24,08 persen per tahun.

Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman mencapai sekitar USD 14,6 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi olahan tepung senilai USD 5,8 juta, sabun dan preparat pembersih USD 3,69 juta, kertas dan karton USD 1,5 juta, serta berbagai produk lainnya seperti makanan olahan, perlengkapan listrik, produk kaca dan hasil perikanan.

Sementara itu, nilai impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar USD 1,97 juta sehingga menghasilkan surplus perdagangan bagi Jawa Timur sekitar USD 12,63 juta.

“Hubungan perdagangan ini sangat potensial untuk terus ditingkatkan. Bahkan ada beberapa diksi makanan Indonesia yang digunakan di sana seperti gado-gado, nasi goreng, rujak, sambal hingga mi instan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, hubungan antara Indonesia dan Yaman, khususnya dengan Provinsi Hadramaut, telah terjalin sangat kuat sejak lama melalui jalur perdagangan, pendidikan dan penyebaran nilai-nilai keislaman.

“Betapa persaudaraan antara Indonesia dan Yaman terutama Provinsi Hadramaut sudah begitu kuat berjalan luar biasa,” tuturnya.

Khofifah juga menyoroti kuatnya jejak budaya dan sejarah komunitas Arab-Hadhrami di Jawa Timur, terutama di kawasan Ampel Surabaya yang menjadi simbol hubungan panjang kedua wilayah tersebut.

“Nilai persaudaraan, toleransi dan kontribusi sosial yang diwariskan komunitas Hadhrami telah menjadi bagian penting dari perkembangan masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, Khofifah menyebut hubungan akademik antara Indonesia dan Yaman juga sangat erat, terutama dalam bidang pendidikan agama. Ia berharap kerja sama pendidikan ke depan dapat diperluas melalui pertukaran mahasiswa dan penguatan moderasi beragama.

“Mahasiswa Jawa Timur banyak belajar ke Yaman dan sebaliknya mahasiswa Yaman juga bisa belajar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Perspektif keberagaman dan moderasi menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Dubes Yaman untuk Indonesia H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai hubungan antara Yaman dan Jawa Timur bukan sekadar hubungan diplomatik biasa, tetapi telah tumbuh menjadi hubungan persaudaraan yang kuat.

“Provinsi Hadramaut dengan Provinsi Jawa Timur bukan sekadar hubungan biasa melainkan seperti saudara kandung karena banyak masyarakat Yaman yang hijrah ke Indonesia dan mempunyai peran besar di negeri ini,” ujarnya.

Ia berharap berbagai rencana kerja sama di bidang pendidikan, budaya dan ekonomi dapat segera diwujudkan secara konkret demi mempererat hubungan kedua pihak.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa diplomasi daerah kini semakin memainkan peran penting dalam memperluas jejaring ekonomi, pendidikan dan budaya Indonesia di tingkat global. Kolaborasi Jawa Timur dan Yaman diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan historis, tetapi juga membuka peluang baru bagi generasi muda, pelaku usaha dan masyarakat kedua wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *