Navaswara.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan seluruh kawasan ibu kota telah kembali bersih usai perayaan malam Tahun Baru 2026. Proses pembersihan dilakukan sejak malam hingga menjelang subuh pada Kamis (1/1).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, volume sampah sisa perayaan tahun baru kali ini mencapai 415 meter kubik atau setara 91,41 ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 132 ton.
“Jakarta sudah kembali bersih,” kata Asep, Kamis (1/1).
Asep menjelaskan, penurunan volume sampah dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kebijakan pelarangan kembang api yang berdampak pada berkurangnya limbah kertas dan plastik. Selain itu, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta juga digelar dengan konsep doa bersama sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di sejumlah daerah.
Faktor cuaca turut memengaruhi kepadatan massa di beberapa titik. Hujan ringan yang mengguyur Jakarta pada malam pergantian tahun membuat sebagian masyarakat membatasi aktivitas di ruang terbuka.
Meski volume sampah menurun, Asep menyebut tantangan pembersihan tetap ada, terutama akibat kondisi jalan yang basah sehingga sampah menjadi lebih berat dan menempel di permukaan jalan.
Untuk memastikan pembersihan berjalan optimal, DLH DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 3.395 petugas kebersihan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.300 personel ditempatkan di area-area strategis, sementara 1.095 personel lainnya disebar di lima wilayah kota administrasi serta Kepulauan Seribu.
Selain personel, DLH juga mengerahkan armada berat berupa 43 truk sampah tipe typer dan 29 unit road sweeper atau mobil penyapu jalan. Fasilitas pendukung turut disiapkan, antara lain 24 unit bus toilet, 135 tempat sampah, serta ribuan kantong plastik dan peralatan kebersihan.
Petugas kebersihan disiagakan di sejumlah titik keramaian, seperti kawasan Bundaran HI, Sudirman–Thamrin, Monas, SCBD, dan Lapangan Banteng, untuk memastikan pembersihan rampung tepat waktu.
Dok. Berita Jakarta/Folmer
