Hasil Final Australia Open 2025: Rachel/Febi Juara Ganda Putri Setelah Duel Sengit 109 Menit

Navaswara.com — Final ganda putri Australia Open 2025 di State Sports Centre tak hanya menyuguhkan pertandingan, melainkan drama psikologis yang menguras emosi. Dalam All Indonesian Final yang berlangsung selama 1 jam dan 49 menit, pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum berhasil meraih gelar juara usai menumbangkan senior sekaligus kompatriot mereka, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias), dengan skor tipis 18-21, 21-19, 23-21.

Duel ini memastikan Merah Putih mengklaim gelar di nomor ganda putri, namun narasi pertarungan ini adalah tentang ketahanan mental di tengah tekanan.

Gim pertama menjadi milik Ana/Trias yang mengambil kendali permainan, unggul 11-5 di interval dan menuntaskannya 21-18. Namun, gim kedua menjadi titik balik krusial.

Rachel/Febi dipaksa berjuang keras mengikis defisit. Persaingan kian alot, ditandai dengan skor imbang berulang kali. Meskipun Ana/Trias sempat unggul tipis 11-10 di interval, blunder komunikasi di akhir gim membuat Rachel/Febi berhasil merebut gim kedua 21-19, memaksa penentuan.

Gim ketiga adalah puncak drama. Ana/Trias sempat memimpin jauh 5-0, mempertahankan keunggulan 11-7 di interval. Namun, Rachel/Febi menunjukkan mentalitas juara. Mereka merangkai empat poin beruntun, menyamakan kedudukan 15-15, dan terus mengejar hingga mencapai deuce mendebarkan. Setelah silih berganti mendapatkan match point, Rachel/Febi menutup gim penentuan 23-21.

Pembuktian dan Tangis Haru di Lapangan

Bagi Rachel, gelar ini adalah pembuktian atas kerja keras mereka sejak dipasangkan. Ia mengakui, kemenangan ini sarat emosi karena mereka terus berada dalam posisi tertekan.

Rachel mengungkapkan, “Kami benar-benar terharu tadi setelah berhasil memenangkan pertandingan. Kami selalu tertinggal poin, kami terus tertekan tapi akhirnya bisa balik dan menang. Ternyata dalam kondisi apapun kami masih punya kesempatan yang sama untuk jadi juara. Tidak kuasa menahan tangis tadi.”

Febi menimpali gelar juara ini adalah buah dari perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan yang sulit dicapai, yang didedikasikan untuk keluarga, pelatih, PBSI, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Di kubu lawan, Ana/Trias yang harus puas di posisi runner-up mengakui adanya rasa tidak puas, namun menjadikan hasil ini sebagai motivasi.

Ana menuturkan, “Hasil runner up ini akan kami jadikan batu loncatan untuk jadi nomor satu.”

Trias menambahkan, mereka akan terus berlatih, pantang menyerah, hingga mencapai gelar juara.

Kemenangan ini sekaligus menempatkan Rachel/Febi sebagai tandem baru di ganda putri Indonesia yang harus diperhitungkan di top level internasional.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *