Navaswara.com — Kesempatan perempuan untuk berkembang di era digital semakin terbuka. Namun, akses terhadap teknologi perlu diiringi keterampilan dan pengetahuan agar dapat memberikan manfaat nyata, termasuk dalam membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Isu inilah yang turut dibawa Indonesia melalui program XLSMART Sisternet dalam Women20 (W20) USA International Summit 2026 di Vermont, Amerika Serikat.
Forum internasional tersebut mempertemukan perwakilan dari 15 negara untuk membahas pemberdayaan ekonomi perempuan. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi kewirausahaan, inklusi keuangan dan digital, serta perluasan kesempatan ekonomi bagi perempuan.
XLSMART menjadi satu-satunya perusahaan telekomunikasi dalam delegasi Indonesia. Melalui XLSMART Sisternet, perusahaan berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan konektivitas dan keterampilan digital untuk membantu perempuan mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas diri, hingga memperluas peluang usaha.
Dalam forum tersebut, Adelia Theresa Panjaitan, GM Corporate CSR & Channel Strategy XLSMART, memaparkan pengalaman pengembangan Sisternet sebagai ekosistem pemberdayaan perempuan yang menghubungkan pembelajaran digital, kewirausahaan, dan pengembangan kepemimpinan.
Sisternet Jangkau Lebih dari 1,6 Juta Penerima Manfaat
Pengalaman yang dibawa ke forum global tersebut memiliki rekam jejak di Indonesia. Melalui gerakan #1JutaSisterDigital dan berbagai kegiatan pemberdayaan, XLSMART Sisternet telah menjangkau lebih dari 1,6 juta penerima manfaat melalui kanal digital maupun kegiatan tatap muka.
Program ini berkembang sejak Presidensi G20 Indonesia pada 2022 melalui kolaborasi W20 Sispreneur. Saat itu, lebih dari 1.000 perempuan pelaku usaha dari berbagai daerah mengikuti program pengembangan kapasitas yang membekali mereka dengan pengetahuan kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut terus diperluas melalui aplikasi Sisternet dan fitur DigiHer yang menyediakan akses pembelajaran digital. Ada pula Female Future Leader, program yang mendukung pengembangan kompetensi dan kepemimpinan perempuan muda.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan partisipasi dalam W20 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia sekaligus belajar dari berbagai negara.
Menurutnya, ketersediaan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan dan pendampingan. Dengan begitu, perempuan dapat memanfaatkan teknologi secara produktif, termasuk untuk mengembangkan usaha dan menciptakan peluang ekonomi.
Mendorong Peluang UMKM Perempuan ke Pasar Global
Selain berbagi pengalaman, delegasi Indonesia yang dipimpin Dr. Hadriani Uli Tiur Ida Silalahi turut membawa gagasan pengembangan W20 Expo. Inisiatif ini diharapkan menjadi ruang bagi perempuan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring bisnis, dan menjajaki kolaborasi dengan mitra internasional.
Pembahasan tersebut relevan dengan tantangan yang masih dihadapi banyak perempuan, terutama mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan memiliki keterbatasan akses ekonomi maupun digital.
Keterlibatan XLSMART dalam W20 USA 2026 memperlihatkan pentingnya dukungan teknologi yang disertai peningkatan kapasitas. Ketika perempuan memiliki akses terhadap informasi, keterampilan, dan jaringan usaha, peluang untuk tumbuh secara mandiri pun semakin terbuka.

