Navaswara.com — Penyakit Tuberkulosis atau TBC masih menjadi hantu menakutkan bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Banyak yang mengira penyakit ini sudah mereda, namun data terbaru justru menunjukkan fakta sebaliknya. Indonesia kini menduduki peringkat kedua global dalam beban kasus TBC.
Tidak hanya itu, bakteri penyebabnya ternyata tidak cuma menyerang paru-paru, melainkan bisa menyebar ke organ vital lain seperti otak dan tulang. Berikut adalah 10 fakta krusial yang sudah dirangkum untuk meningkatkan kewaspadaan kita semua.
1. Menyumbang 1,1 Juta Kasus Baru dan Ratusan Ribu Kematian
Berdasarkan Laporan Tuberkulosis Global dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Indonesia menempati posisi kedua negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, tepat di bawah India. Diperkirakan terdapat sekitar 1,1 juta kasus TBC baru di tanah air dengan angka kematian mencapai 118.000 jiwa. Angka yang sangat fantastis ini merepresentasikan sekitar 10 persen dari total seluruh kasus TBC yang ada di dunia sebagaimana dihimpun dari paparan Medquest.
2. Masuk Jajaran Penyumbang Terbesar Kasus Global
Beban penyakit TBC di dunia ternyata sangat terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Sebanyak 87 persen kasus TBC global hanya berasal dari 30 negara yang memiliki beban tuberkulosis tinggi. Dari puluhan negara tersebut, dua negara menjadi penyumbang paling dominan yaitu India dengan kontribusi 25 persen dan Indonesia dengan kontribusi 10 persen. Informasi epidemiologi ini dilansir dari data Alomedika.
3. Lonjakan Drastis Kasus TBC Pasca Pandemi
Tren penemuan kasus TBC di Indonesia menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan setelah masa pandemi berakhir. Pada tahun 2022, tercatat ada 724.309 kasus baru yang ditemukan. Angka ini kemudian melonjak lagi menjadi 792.404 kasus pada tahun 2023. Lonjakan ini terhitung jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi yang rata-rata bertahan di bawah angka 600.000 kasus per tahun sebagaimana dicatat oleh Indonesiabaik.
4. Ratusan Ribu Warga Terdeteksi Tertular Pada Awal Tahun
Target deteksi dan pencarian kasus terus digenjot oleh pemerintah demi memutus rantai penularan. Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa setidaknya sejak awal Maret, sudah ada 889 ribu warga yang terdeteksi tertular TBC. Angka penemuan yang terus merangkak naik ini menjadi sinyal bahwa penyebaran bakteri di tengah masyarakat masih sangat aktif seperti diberitakan oleh CNBC Indonesia.
5. Delapan Provinsi Menjadi Sarang Kasus Terbesar
Penyebaran TBC di Indonesia tidak merata di semua daerah melainkan terpusat di beberapa wilayah dengan populasi padat. Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis atau SITB, terdapat delapan provinsi yang mencatat jumlah terduga TBC terbanyak. Wilayah tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan sebagaimana dihimpun oleh Media Center Riau.
6. Menjadi Salah Satu dari 10 Penyebab Kematian Utama di Dunia
Secara global penyakit ini merupakan pembunuh yang sangat agresif. TBC masuk dalam daftar 10 besar penyebab kematian tertinggi di dunia dan menjadi pembunuh utama yang berasal dari satu agen infeksius tunggal. Diperkirakan ada 1,23 juta orang meninggal dunia akibat TBC di seluruh dunia dengan tingkat kematian kasus atau case fatality rate mencapai 11,5 persen berdasarkan data epidemiologi dari Alomedika.
7. Mengenal Istilah TBC Ekstra Paru
Masyarakat awam umumnya mengetahui bahwa TBC hanya menyerang organ pernapasan. Namun terdapat kondisi yang disebut sebagai TBC Ekstra Paru. Ini adalah keadaan ketika infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis telah menyebar dan menyerang jaringan serta organ tubuh di luar paru-paru. Organ yang bisa terinfeksi meliputi kelenjar limpa, selaput otak, sendi, ginjal, tulang, kulit, hingga alat kelamin seperti diulas oleh Hello Sehat.
8. Mekanisme Bakteri Menyusup ke Organ Lain
Bagaimana bisa bakteri yang awalnya berada di paru-paru berpindah ke organ lain? Kementerian Kesehatan Indonesia menjelaskan bahwa bakteri TBC dapat meloloskan diri dari jaringan paru-paru dan masuk ke dalam aliran darah. Melalui sirkulasi darah inilah bakteri menyebar dan bersarang di organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, hingga kelenjar getah bening yang kemudian memicu infeksi sekunder.
9. Meningitis TBC — Ketika Bakteri Menyerang Otak
Salah satu manifestasi TBC Ekstra Paru yang paling berbahaya adalah ketika bakteri menyerang otak. Infeksi ini dapat menyebabkan meningitis tuberkulosis yaitu pembengkakan pada membran yang menyelimuti otak. Dampaknya sangat fatal dan memicu komplikasi berat seperti kejang, disorientasi mendalam, gangguan penglihatan, kesulitan menggerakkan anggota tubuh, hingga tremor hebat sebagaimana dipaparkan oleh BIMC Hospital Bali.
10. Kerusakan Tulang Belakang hingga Pembengkakan Kelenjar
Selain otak, bakteri TBC juga gemar menyerang sistem skeletal dan kelenjar tubuh. Pada tulang, infeksi paling sering menyerang tulang belakang yang dikenal dalam dunia medis sebagai penyakit Pott atau bisa juga menyerang sendi-sendi besar. Sementara itu jika menyerang kelenjar, gejalanya ditandai dengan munculnya pembengkakan pada kelenjar getah bening di area leher yang terasa kenyal, tidak nyeri saat diraba, namun terus membesar seiring berjalannya waktu.
