Navaswara.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penguatan layanan dilakukan pada sektor akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan guna menjamin jemaah Indonesia menjalankan ibadah secara aman, nyaman, dan khusyuk.
Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kelompok terbang (kloter) dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi.
Sementara itu, perpindahan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung secara bertahap.
Tercatat sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, tercatat sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah tiba di Arab Saudi.
Selain itu, sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah fokus memastikan seluruh layanan berjalan optimal agar jemaah dapat beribadah dengan tenang.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan di Makkah, Sabtu (9/5/2026).
Pada sektor akomodasi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah di 94 hotel.
Sedangkan di Makkah, sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah ditempatkan di 180 hotel.
Dari sisi konsumsi, hingga saat ini sebanyak 2.782.118 box makanan telah didistribusikan kepada jemaah Indonesia, terdiri atas 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.
Sementara itu, layanan Bus Shalawat di Makkah telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 perjalanan untuk melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.
“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” lanjut Ichsan.
Di sektor kesehatan, tercatat sebanyak 19.549 jemaah menjalani rawat jalan, 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar disiplin menjaga kesehatan karena suhu udara di Madinah dan Makkah berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.
Terkait data jemaah wafat, hingga 8 Mei 2026 tercatat sebanyak 20 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi. Kemenhaj memastikan seluruh hak layanan bagi jemaah wafat dipenuhi sesuai prosedur yang berlaku.
“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” tutup Ichsan.

