Navaswara.com – Berlokasi di wilayah selatan Kabupaten Garut, Curug Sanghyang Taraje merupakan salah satu objek wisata yang belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini membuat suasananya terasa begitu alami dan tenang. Perjalanan menuju lokasi memang membutuhkan energi ekstra, melewati jalanan berkelok, perbukitan, serta kawasan hutan yang masih asri. Namun semua itu terbayar lunas ketika suara gemuruh air mulai terdengar dari kejauhan.
Berbeda dengan air terjun lain yang memiliki arus tunggal, aliran air yang jatuh dari ketinggian sekitar 80 hingga 90 meter ini membentuk dua aliran yang berdampingan seperti garis vertikal yang sejajar. Visual inilah yang membuatnya terlihat seperti tangga raksasa atau dalam bahasa Sunda disebut “taraje”.
Salah satu daya tarik Curug Sanghyang Taraje adalah susananya yang tenang lengkap dengan lanskap tebing tinggi di sekitar air terjun. Keindahan curug ini semakin terasa ketika cahaya matahari pagi menyentuh percikan air yang jatuh. Jika beruntung, kita bahkan bisa menjumpai pelangi yang terlihat melengkung di antara dua aliran air. Tak hanya sedap dipandang, tempat ini juga menawarkan udara yang terasa sejuk dan segar.
Bagi mereka yang menyukai fotografi, Curug Sanghyang Taraje menawarkan sudut pandang yang begitu indah dari berbagai sisi. Dari kejauhan, pengunjung bisa mengabadikan lanskap utuh dua aliran air yang jatuh dengan latar belakang langit biru. Sementara dari jarak dekat, detail tekstur batuan purba dan riak air yang deras akan tampak sangat cantik.
Selain keindahan fisiknya, ternyata Curug Sanghyang Taraje juga diselimuti oleh legenda yang berkaitan dengan sosok Sangkuriang. Air terjun ini dipercaya sebagai lokasi di mana Sangkuriang menyimpan tangga yang ia gunakan untuk mengambil bintang di langit atas permintaan Dayang Sumbi. Legenda ini pula yang membuat masyarakat setempat sangat menghormati dan menjaga kelestarian curug ini agar tetap asri dan suci.
Jika ingin bertandang ke sana, kita tidak perlu mengkhawatirkan fasilitas. Pihak pengelola telah mengembangkan fasilitas di sekitar lokasi merusak esensi alaminya. Area di sekitar air terjun ditata sedemikian rupa agar pengunjung tetap bisa menikmati pemandangan dengan aman tanpa harus mengambil risiko berbahaya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan beberapa gazebo yang bisa digunakan para wisatawan untuk duduk bersantai sambil menikmati suasana.
