Navaswara.com — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) resmi mengumumkan daftar pemenang ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026. Ajang penghargaan ini digelar pada Minggu, 19 April 2026, di Hotel Fairmont, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan desa dalam tata kelola keuangan dan transparansi data.
Penghargaan ini terbagi dalam beberapa kategori utama yang mencakup aspek administrasi hingga kreativitas melalui lomba film pendek. Jawa Tengah dan Jawa Barat mendominasi daftar pemenang pada kategori pengelolaan keuangan dan kepatuhan entri data.
Berikut adalah daftar lengkap desa dan instansi yang berhasil meraih penghargaan.
Kategori Tertib Pengelolaan Keuangan Desa
Juara pertama diraih oleh Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Posisi kedua ditempati oleh Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Sementara itu, juara ketiga diberikan kepada Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kategori Kepatuhan Entri Data Aplikasi Jaga Desa
Pada kategori ini, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, keluar sebagai juara pertama. Disusul oleh Desa Karangkamiri, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat di posisi kedua. Juara ketiga diraih oleh Desa AIK Rayak, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Lomba Film Pendek ABPEDNAS Jaksa Garda Desa 2026
Film berjudul Jaga Cowong menjadi bintang utama dalam ajang ini dengan menyabet gelar Film Terbaik, Sutradara Terbaik, sekaligus Film Juara Umum. Karya yang berasal dari Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini rencananya akan segera diangkat ke layar lebar atau difilmkan secara profesional sebagai bentuk apresiasi atas kualitas narasi yang dihadirkan.
Untuk kategori individu, Aktor Terbaik diberikan kepada Andy Stiawan dalam film “Aja Karepe Dhewek”, sedangkan Aktris Terbaik diraih oleh Nek Ningsih dalam film “Beas Nu Leungit”.
Beberapa penghargaan kategori teknis lainnya meliputi Tema Terbaik yang diraih film “Skakmat”, Sinematografi Terbaik untuk film “Sebelum Tanda Tangan”, serta Skenario Terbaik untuk film “Simalakamo”.
Film berjudul “Awas Ga Sama!” terpilih sebagai Film Terfavorit, sementara kategori Dampak Sosial Terbaik diberikan kepada karya berjudul “Musrenbangdes Khusus dan Jaksa Garda Desa Hadirkan Transparansi Menuju Desa Maju Tanpa Korupsi.”
Penghargaan Tingkat Daerah
Selain tingkat desa, ABPEDNAS juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah. Kepulauan Bangka Belitung terpilih sebagai Provinsi Terbaik berdasarkan penilaian rasio tertinggi submit film pendek, sementara Kabupaten Temanggung meraih predikat serupa di tingkat kabupaten. Untuk kategori daerah terfavorit dengan jumlah submisi terbanyak, penghargaan diraih oleh Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo.
Melalui momentum ini, Kejaksaan RI menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis desa dalam melakukan pendampingan hukum yang bersifat preventif. Kejaksaan berkomitmen untuk terus mengawal penggunaan dana desa agar tetap berada pada koridor hukum tanpa menghambat inovasi pembangunan di tingkat lokal.
Ke depan, program Jaksa Garda Desa diharapkan mampu memperkuat integritas aparatur desa sehingga tercipta ekosistem pemerintahan desa yang mandiri dan bebas dari praktik korupsi.
