Navaswara.com – Kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel kini dikenal sebagai salah satu pemicu text neck syndrome. Dokter Spesialis Orthopedi dr. Asa Ibrahim Zainal Asikin, Sp.OT menjelaskan kondisi ini terjadi akibat tekanan berulang pada leher karena posisi yang tidak ideal.
Ia menilai sudut leher berpengaruh langsung pada beban yang diterima tulang leher. Saat kepala tegak, beban berada pada kondisi normal. Namun ketika menunduk dalam waktu lama, beban meningkat signifikan dan dapat mencapai beberapa kali lipat.
Secara mekanik, kenaikan beban ini cukup drastis. Saat menunduk sekitar 15 derajat, beban pada leher bisa naik menjadi sekitar 12 kilogram. Pada sudut 45 hingga 60 derajat yang umum saat menatap layar, beban dapat mencapai 18 hingga 20 kilogram atau lebih, tergantung postur tubuh.
“Kalau dilakukan terus-menerus dari pagi sampai malam, lama-lama tulang lehernya kalah. Di situ mulai muncul perubahan bentuk,” ujar dr. Asa.
Perubahan tersebut mengarah pada kelainan lengkung tulang leher atau kifosis. Pada kondisi normal, lengkungan leher menjaga saraf tetap aman. Saat lengkungan bergeser ke depan, tekanan pada saraf mulai terjadi.
“Begitu lengkungannya berubah ke depan, saraf yang tadinya aman bisa ikut terjepit,” kata dr. Asa.
Dampaknya terlihat dari gangguan sensorik hingga motorik. Gejala yang muncul antara lain rasa kebas hingga kesulitan menggerakkan bagian tubuh tertentu.
“Gejalanya bisa dari rasa kebas sampai sulit digerakkan. Itu tanda saraf mulai kena,” lanjut dr. Asa.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi nyeri kronis di leher dan bahu, kelemahan otot pada lengan, hingga penurunan fungsi gerak yang mengganggu aktivitas harian.

Ia menambahkan, istilah beban meningkat hingga 400 persen perlu dipahami sebagai ilustrasi mekanik tubuh. Secara prinsip, beban memang meningkat tajam saat kepala menunduk, meski bukan angka klinis yang bersifat pasti.
Untuk mencegah text neck syndrome, Asa menyarankan perubahan kebiasaan saat memakai ponsel. Posisi layar sebaiknya sejajar dengan mata agar leher tetap netral dan tidak terus-menerus menunduk.
“Kalau bisa, hindari posisi nunduk lama. Paling tidak kita tahu waktu dan kasih jeda untuk tubuh,” ujarnya.
Selain itu, ia menganjurkan peregangan ringan secara berkala. Gerakan seperti memiringkan kepala ke kiri dan kanan, memutar leher perlahan, serta menggerakkan bahu ke depan dan belakang membantu mengurangi ketegangan otot akibat penggunaan gadget dalam durasi panjang.
