Phuket Jadi Panggung Seni Dunia Lewat Thailand Biennale 2025 2026

Navaswara.com – Jika ingin bertandang ke Thailand sebelum akhir April nanti, salah satu yang sayang untuk dilewatkan adalah pameran seni Thailand Biennale Phuket 2025–2026. Pameran ini merupakan salah satu perhelatan seni kontemporer terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung di Pulau Phuket, Thailand, sejak 29 November 2025 hingga 30 April 2026 mendatang.

Thailand Biennale Phuket 2025–2026 merupakan edisi keempat yang mengusung tema “Eternal (Kalpa)”. Konsep ini merupakan sebuah konsep filosofis dari tradisi Hindu-Buddha yang merujuk pada siklus waktu yang panjang serta hubungan berkelanjutan antara manusia, alam, dan semesta. Melalui tema ini, para seniman mengajak pengunjung untuk merefleksikan krisis global. Seperti perubahan iklim, konflik, hingga ketidakstabilan ekonomi, sekaligus mencari cara hidup yang lebih selaras dengan lingkungan dan sesama.

Berbeda dengan pameran seni konvensional yang terpusat di satu gedung, Thailand Biennale Phuket 2025–2026 justru tersebar di lebih dari 20 lokasi di seluruh pulau. Kita bisa menemukan karya-karya tersebut di kawasan Kota Tua Phuket, taman publik, pantai, hingga area hutan mangrove. Pendekatan ini menjadikan seluruh pulau sebagai ruang pameran terbuka dan menyatu dalam keseharian masyarakat setempat.

Thailand Biennale Phuket 2025–2026 melibatkan lebih dari 60 seniman dari berbagai negara. Beberapa nama yang ikut serta antara lain Ariane Sutthavong, Araya Rasdjarmrearnsook, Anuwat Apimukmongkon, hingga kolaborasi Alex Monteith, Maree Sheehan, dan Apiwat Thongyoun. Selain itu, ada pula seniman seperti Ibrahim Mahama, Wu Tsang, serta duo Tun Win Aung dan Wah Nu yang memperkaya perspektif global dalam pameran ini.

Karya-karya yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari instalasi berukuran besar, patung, video art, hingga proyek berbasis komunitas. Salah satu karya yang cukup menonjol adalah instalasi dari Pratchaya Phinthong yang dipamerkan di kompleks Yi Teng. Karya ini memanfaatkan pendekatan konseptual yang menghubungkan ruang, ekonomi, dan pengalaman manusia melalui objek-objek yang tampak sederhana namun sarat makna.

Instalasi tersdari Pratchaya Phinthong mencerminkan bagaimana nilai dan makna dapat berubah tergantung pada konteks sosial dan lingkungan. Konsep ini sejalan dengan tema besar biennale yang menyoroti relasi manusia dengan dunia yang terus berubah.

Untuk menuju lokasi pameran, pengunjung dari luar negeri dapat terbang ke Bandara Internasional Phuket yang merupakan pintu masuk utama ke pulau tersebut. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan taksi atau transportasi lokal menuju berbagai titik pameran seperti Phuket Old Town, Saphan Hin, Kathu, dan Promthep Cape. Karena lokasi pameran tersebar di berbagai wilayah, disarankan untuk merencanakan rute perjalanan atau menggunakan kendaraan pribadi agar dapat menjangkau lebih banyak lokasi secara efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *