Ruang Temu Warga dan UMKM, Pasar Jedogan Serang 2026 Ramaikan Perburuan Kebutuhan Lebaran

Navaswara.com – Tradisi Jedogan di Kota Serang kembali hadir sebagai penanda khas menjelang Idul Fitri. Aktivitas pasar yang biasanya fungsional berubah menjadi ruang temu warga yang dipenuhi antusiasme berburu kebutuhan Lebaran.

Agaknya, suasana ini tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga memperlihatkan ritme interaksi sosial yang terasa hidup. Warga datang silih berganti, dan percakapan ringan di sela transaksi membentuk nuansa kolektif yang sulit dipisahkan dari tradisi tahunan tersebut.

Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan resmi menyelenggarakan Pasar Jedogan 2026 di kawasan Pasar Lama. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Maret 2026, sekaligus menjadi bagian dari agenda menjelang Lebaran.

Akan tetapi, penyelenggaraan ini tidak hanya berfokus pada aktivitas jual beli semata. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan bahwa Pasar Jedogan menjadi momen penting untuk menggerakkan pelaku usaha kecil sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Serang dalam menyambut hari kemenangan,” ujarnya.

Selain itu, skala partisipasi pelaku usaha tahun ini terbilang besar. Tercatat sebanyak 110 tenant fesyen, 73 pedagang kuliner, serta 45 pedagang yang menempati area emperan ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Kehadiran ratusan pelaku UMKM ini sejatinya memberi ruang perputaran ekonomi yang jauh lebih luas di tingkat lokal. Aktivitas transaksi yang terjadi selama beberapa hari tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat tetap bergerak dinamis menjelang momentum Lebaran.

Kendati demikian, Pasar Jedogan tidak berhenti sebatas sebagai ruang ekonomi semata. Kehadirannya juga membuka ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam satu suasana yang cair dan hangat.

Tradisi ini memperlihatkan jadi perwujudan fungsi pasar sebagai simpul kebersamaan. Di tengah persiapan menyambut Idulfitri, Pasar Jedogan seolah menjadi pengingat bahwa dinamika ekonomi dan kehangatan sosial sering kali berjalan beriringan tanpa bisa dipisahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *