Tak Berakhir di Tempat Sampah, TACO Olah Limbah HPL dan Vinyl Jadi Energi

Navaswara.com – Sisa produksi HPL dan vinyl biasanya berakhir sebagai limbah. Namun, di fasilitas produksi TACO di Cikande, Serang, Banten, material tersebut diolah kembali menjadi energi biomassa hingga produk kreatif yang punya fungsi baru.

PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) menjalankan pendekatan zero waste dengan mengoptimalkan penggunaan material sejak proses produksi. Sisa HPL, vinyl, dan edging yang masih muncul dipilah untuk kemudian dikembalikan ke siklus produksi melalui pengolahan bahan baku maupun sumber energi.

Salah satu pemanfaatannya terlihat dari limbah HPL dan vinyl seperti serbuk pengamplasan, potongan tepi, serta sisa pemotongan. Material tersebut dicacah dan dipadatkan menjadi bahan bakar biomassa untuk boiler pabrik.

Factory Head TACO Wisnu Purnayusepta mengatakan limbah HPL memiliki nilai kalori di atas 4.200 kilokalori per kilogram, lebih tinggi dibandingkan sejumlah bahan bakar biomassa pada umumnya. Menurut perusahaan, pemanfaatan tersebut turut menekan emisi karbon hingga 83 persen serta meningkatkan penggunaan energi nonfosil hingga 99,8 persen untuk operasional pabrik.

Material yang tak masuk jalur energi mendapat peruntukan lain melalui program Creative Recycling. Sisa lembaran PVC, misalnya, diolah menjadi tas, sementara potongan kain sampel dan material produksi dirangkai menjadi tas anyaman. Ada pula coaster dari material daur ulang yang dirancang sebagai produk fungsional.

Pendekatan tersebut membuat pengelolaan limbah berjalan beriringan dengan proses produksi. TACO juga menerapkan sistem pemilahan otomatis agar setiap material masuk ke jalur pengolahan yang sesuai, dengan target mengolah seluruh limbah produksi tanpa menyisakan residu yang berakhir sebagai sampah.

Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain dari industri material interior, ketika sisa produksi tidak berhenti sebagai persoalan pembuangan. Dari serbuk HPL hingga potongan PVC, material yang semula dianggap tidak terpakai dapat kembali hadir dalam bentuk energi maupun benda dengan fungsi baru.

Di antara proses produksi yang berlangsung setiap hari, sisa material tersebut memperlihatkan perjalanan yang cukup berbeda. Serbuk, potongan, dan lembaran yang sebelumnya berpotensi menjadi beban pengelolaan limbah justru mendapat fungsi baru, mulai dari sumber energi untuk pabrik hingga benda yang kembali digunakan dalam keseharian.