Navaswara.com – Senyum dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar PT Pertamina (Persero) bersama para mitranya. Namun, kebahagiaan itu tidak berhenti pada perlombaan. Hadiah yang diraih justru dikumpulkan dan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui kegiatan yang berlangsung pada 18 Agustus 2026 di Grha Pertamina, Pertamina mengajak 50 mitra dari berbagai profesi untuk merayakan kemerdekaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dari aksi tersebut, terkumpul donasi senilai Rp500 juta untuk masyarakat terdampak gempa NTT.
Salah satu yang ikut berkontribusi adalah Muslihfudin, 59 tahun, sopir bajaj bahan bakar gas (BBG) di Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Bajaj Gas Jakarta (Kobagas).
Bagi Muslihfudin dan rekan-rekannya, hadiah perlombaan tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi atas semangat mengikuti kegiatan kemerdekaan. Hadiah tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Alhamdulillah kami bisa menyumbangkan seluruh hasil lomba ini untuk kegiatan bencana di NTT. Mudah-mudahan negeri kita aman, damai dan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera pulih. Mudah-mudahan semuanya menjadi berkah,” ujar Muslihfudin.
Dari Perayaan Kemerdekaan untuk Kemanusiaan
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inisiatif Pertamina untuk memaknai HUT ke-81 RI melalui semangat berbagi dan gotong royong.
Para mitra yang sehari-hari bekerja dekat dengan masyarakat terlebih dahulu menerima paket sembako dari Pertamina. Mereka kemudian mengikuti berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus bersama Perwira Pertamina.
Suasana perayaan yang semula dipenuhi keceriaan berubah menjadi momentum berbagi ketika hadiah yang diperoleh para mitra dari perlombaan disumbangkan untuk membantu warga terdampak gempa di NTT.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara perusahaan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan.
“Ini tidak hanya simbol. Ini adalah cara Pertamina untuk hadir dan menunjukkan bahwa pada saat masyarakat membutuhkan, Pertamina hadir saat itu juga,” kata Oki.
Menurut Oki, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kesadaran untuk hadir bersama masyarakat.
“81 tahun Indonesia merdeka tentu kita rayakan hari ini tidak hanya dengan lomba-lomba, tapi juga dengan kesadaran penuh bahwa Perwira Pertamina harus terus hadir bersama rakyat di manapun berada,” ujarnya.
Libatkan Mitra dari Berbagai Profesi
Semangat gotong royong dalam kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 mitra Pertamina dari beragam profesi. Mereka antara lain petugas pemadam kebakaran, pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan, pengemudi bajaj gas, operator SPBU, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Keterlibatan berbagai kelompok profesi tersebut menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan dapat tumbuh dari lingkungan kerja dan komunitas sehari-hari.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, para mitra memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan masyarakat sehingga keterlibatan mereka dalam aksi sosial memberikan makna tersendiri.
“Para mitra ini sehari-hari bekerja dan memberikan layanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pada momentum kemerdekaan, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama mereka, sekaligus mengajak untuk meneruskan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Inilah semangat gotong royong yang ingin terus Pertamina hidupkan,” ujar Baron.
Bantuan tersebut diharapkan dapat ikut meringankan beban masyarakat NTT yang masih menjalani masa tanggap dan pemulihan pascagempa.
Di tengah bencana yang membutuhkan dukungan banyak pihak, kontribusi dari komunitas, pekerja, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial. Semangat berbagi juga menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
Kisah Muslihfudin dan para mitra Pertamina menjadi pengingat bahwa membantu tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari sebuah hadiah lomba, tumbuh kepedulian yang kemudian menjadi bagian dari bantuan untuk saudara-saudara di NTT.
Mari terus hidupkan semangat gotong royong. Karena kemerdekaan akan terasa semakin bermakna ketika kebahagiaan yang kita miliki dapat ikut menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
