Period Piece di Museum MACAN: Menelusuri Ingatan, Sejarah, dan Sinema

Navaswara.com — Museum MACAN resmi menghadirkan bertajuk “Period Piece”, pameran tunggal Riar Rizaldi yang berlangsung pada 13 Juni hingga 4 Oktober 2026.

Dalam pameran “Period Piece”, Rizaldi mengajak kita memasuki bioskop sebagai ruang ingatan sekaligus tempat untuk membaca ulang sejarah. Pameran ini berpusat pada instalasi berjudul “Bioskop Asymptotic” (2026).

Karya tersebut berangkat dari ingatan pribadi Rizaldi terhadap Pasundan Theatre yang berlokasi di Bandung dan merupakan bioskop tempat ia pertama kali mengenal gambar bergerak pada era 1990-an. Melalui instalasi ini, lobi bioskop digambarkan sebagai tempat di mana waktu seolah berhenti.

Pengalaman tersebut kemudian diperluas melalui dua karya video lainnya, yakni “Fanfictie: Volcanology” (2025) dan “Tropenkolder” (2026). “Fanfictie: Volcanology” mempertemukan sains kolonial Belanda pada abad ke-19 dengan kosmologi Jawa melalui sosok ahli geologi Franz Wilhelm Junghuhn.

Sementara, “Tropenkolder” menampilkan kembali arsip film phantom ride yang direkam dari kereta di Hindia Belanda yang menggambarkan sinema, pekerja, dan pemogokan pekerja kereta api pada 1923.

Ketiga karya tersebut memperlihatkan bagaimana masa lalu tidak benar-benar hilang. Sejarah dapat terus tertanam dalam teknologi dan sistem industri, kemudian muncul kembali dalam bentuk yang tidak terduga.

Dengan memadukan sinema, instalasi, sejarah, dan fiksi spekulatif, “Period Piece” mengajak kita melihat bioskop bukan sekadar tempat menikmati film, melainkan sebagai ruang yang menyimpan pengalaman personal sekaligus jejak sosial dan sejarah.

Sebelum hadir di Museum MACAN, karya Rizaldi telah dipresentasikan di berbagai institusi dan festival internasional, termasuk Museum of Modern Art (MoMA) New York, Centre Pompidou Paris, Venice Architecture Biennale, Berlinale, Locarno, dan BFI London.