ANTAM Perkuat Ekonomi Hijau, Inovasi Berkelanjutan Berbuah Puluhan Penghargaan Nasional

Navaswara.com – Komitmen terhadap keberlanjutan bukan lagi sekadar jargon bagi PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Di tengah tuntutan industri pertambangan untuk semakin ramah lingkungan, perusahaan pelat merah ini terus menunjukkan bahwa aktivitas bisnis dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka yang menghadirkan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Program ini dirancang sebagai bagian dari pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat dengan mendorong budaya memilah dan mendaur ulang sampah sejak dari sumbernya.

Lebih dari sekadar mengurangi timbunan sampah, inisiatif tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual, sehingga perlahan membentuk ekosistem ekonomi sirkular yang produktif sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

Komitmen itu pun mendapat apresiasi nasional. ANTAM meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 pada kategori “Apresiasi Atas Pengembangan Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas”, setelah program TPS3R di Pomalaa melalui proses penilaian kualitatif oleh Komite Asesmen detikcom.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya berbicara mengenai teknologi atau investasi, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Tidak berhenti di sana, kiprah ANTAM dalam inovasi keberlanjutan kembali memperoleh pengakuan pada ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026. Dalam penghargaan tersebut, berbagai unit bisnis ANTAM berhasil membukukan 25 penghargaan atas beragam inovasi yang dikembangkan.

Prestasi tersebut diraih oleh sejumlah unit operasi, mulai dari UBP Emas, UBP Nikel Kolaka, UBP Bauksit Kalimantan Barat, UBP Nikel Maluku Utara, hingga UBPP Logam Mulia. Ragam inovasi yang diapresiasi meliputi efisiensi energi dan air, penurunan emisi, pengelolaan limbah dan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga inovasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Yang menarik, ENSIA 2026 juga memberikan penghargaan Local Hero kepada seorang petani perempuan dari Desa Kalong Liud, masyarakat binaan UBP Emas ANTAM. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya lahir dari kebijakan perusahaan, tetapi juga tumbuh melalui individu-individu yang mampu menjadi penggerak perubahan di komunitasnya.

Bagi ANTAM, inovasi bukan sekadar menghasilkan efisiensi operasional, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Filosofi tersebut telah menjadi bagian dari budaya perusahaan selama bertahun-tahun.

Hal itu tercermin melalui penyelenggaraan Konvensi Mutu ANTAM (KMA) yang telah memasuki usia 25 tahun. Selama seperempat abad, forum ini menjadi ruang bagi insan ANTAM untuk menghadirkan berbagai ide, perbaikan, dan inovasi berkelanjutan yang berdampak terhadap keselamatan kerja, peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, penyederhanaan proses bisnis, hingga penguatan aspek keberlanjutan perusahaan.

Kini semangat tersebut terus dikembangkan melalui ANTAM BestMIND, sebuah ekosistem inovasi yang dirancang untuk menghubungkan ide, kolaborasi, implementasi, hingga penciptaan nilai tambah bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, langkah ANTAM menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari capaian produksi maupun kinerja finansial. Kemampuan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat kini menjadi bagian penting dalam membangun daya saing perusahaan di masa depan.

Melalui pengembangan ekonomi sirkular, inovasi sosial, hingga budaya perbaikan berkelanjutan, ANTAM berupaya membuktikan bahwa setiap langkah kecil menuju efisiensi dan keberlanjutan dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlangsungan industri nasional.