Senyum Emas Ratu Panjat Tebing Dunia Desak Made Rita

Navaswara.com – Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas di IFSC Climbing World Cup Chamonix 2026. Ratu panjat tebing dunia asal Indonesia menjadi yang tercepat di nomor speed putri di final.

Desak Made Rita yang berusia 25 tahun memanjat dengan cepat di puncak dengan waktu 6.22 detik di final. Desak mengalahkan atlet Italia, Giuila Randi yang berada di posisi kedua dalam waktu 6.51 detik.

Catatan waktu Desak di Chamonix memang tidak bisa mencatatkan rekor baru. Catatan terbaik Desak yang memiliki tinggi 164 cm itu 6.07 detik.

Namun, prestasi Desak sangat membanggakan Indonesia setelah sebelumnya meraih emas di seri Krakow, Polandia. Sukses Desak konsisten meraih emas di seri dunia menjadi oase di tengah meredupnya prestasi atlet Indonesia di level dunia.

Desak membuktikan meski perjuangannya minim perhatian dari pemerintah tapi mampu mengharumkan nama Indonesia di forum dunia.

Dalam Final yang berlangsung di kaki Mont Blanc itu mempertemukan Desak dengan wakil Italia, Giulia Randi. Dengan ketenangan dan power khasnya, Desak menutup lintasan dalam waktu 6.22 detik, mengungguli Randi yang mencatatkan 6.51 detik.
Kemenangan ini sekaligus menebus hasil tahun sebelumnya, di mana Desak harus puas dengan perak di Chamonix 2025 setelah kalah dari Aleksandra Miroslaw dari Polandia. Emas di Chamonix 2026 menambah panjang daftar prestasi Desak di level dunia.

Sebelumnya ia juga sudah mengantongi emas di Kejuaraan Dunia 2023 di Bern, emas IFSC World Cup Kraków dengan catatan 6.27 detik, emas Asian Games 2022 Hangzhou dan emas Asian Championships 2026 Meishan.

“Senang banget bisa naik podium tertinggi lagi di Chamonix. Ini salah satu venue paling ikonik di sirkuit World Cup,” ujar Desak usai lomba.

Perjalanan Desak di Chamonix tahun ini terbilang mulus. Ia tampil konsisten sejak babak kualifikasi dan terus memperbaiki waktu di setiap ronde. Catatan 6.22 detik di final juga mendekati rekor terbaik pribadinya.

Kemenangan ini penting bagi tim Indonesia, mengingat tahun 2025 Desak sempat gagal meraih emas di Chamonix dan hanya mendapat perak. Kini, dengan tambahan emas, Desak membuktikan dirinya masih menjadi ratu speed climbing dunia.

Dalam usia 25 tahun, Desak masih punya banyak target besar. Desak pernah menyebut tujuannya adalah memecahkan rekor dunia. Setelah Chamonix, fokus selanjutnya adalah seri World Cup berikutnya dan persiapan menuju multi event internasional.

Medali emas Chamonix 2026 ini menjadi bukti bahwa pembinaan panjat tebing Indonesia terus berbuah manis. Dari Bali ke puncak dunia, Desak Made Rita sekali lagi menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan mental juara bisa mengantarkan Indonesia ke podium tertinggi. Selamat Desak Made Rita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *