Bandung Menjadi Titik Temu Harapan Baru Indonesia dan Malaysia

Navaswara.com – Semangat kolaborasi terasa kuat ketika ratusan pelaku usaha, investor, akademisi, hingga pemangku kepentingan dari Indonesia dan Malaysia berkumpul dalam satu forum bisnis. Pertemuan itu bukan sekadar ajang bertukar kartu nama, tetapi menjadi ruang membangun kepercayaan dan membuka peluang kerja sama yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia, resmi meluncurkan Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 Edisi Bandung yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026. Forum bisnis regional tersebut dihadiri 425 delegasi, terdiri atas 225 peserta dari Malaysia dan 200 peserta dari Indonesia, dengan tujuan memperkuat perdagangan, investasi, serta kemitraan strategis lintas negara.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, penyelenggaraan SIBS ASEAN 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Selangor sekaligus memperkuat kerja sama di tingkat ASEAN.

“Kami merasa bangga Jawa Barat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan SIBS 2026. Saya yakin forum ini akan semakin memperkuat hubungan baik antara Pemerintah Selangor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Erwan.

Menurutnya, hubungan ekonomi kedua wilayah selama ini menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam lima tahun terakhir, Malaysia mencatatkan realisasi investasi di Jawa Barat sebesar Rp47 triliun, menjadikannya salah satu investor terbesar di provinsi tersebut.

Tidak hanya investasi, hubungan kedua wilayah juga diperkuat melalui sektor pariwisata. Sebanyak 12,5 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat berasal dari Malaysia, menunjukkan tingginya kedekatan masyarakat kedua negara.

“Hal ini memperlihatkan bahwa Jawa Barat dikenal luas oleh masyarakat Malaysia,” katanya.

Di sektor perdagangan, Malaysia juga masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor berbagai komoditas asal Jawa Barat. Neraca perdagangan Jawa Barat terhadap Malaysia bahkan mencatat surplus sekitar USD1,1 miliar, yang semakin mempertegas kuatnya hubungan dagang kedua pihak.

Erwan menjelaskan, Jawa Barat saat ini memiliki lebih dari 51 juta penduduk, dengan mayoritas berada pada usia produktif. Kondisi tersebut menjadi kekuatan besar, baik sebagai pasar maupun penyedia tenaga kerja yang kompetitif bagi investor.

Daya tarik investasi juga didukung oleh infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta jaringan jalan tol Cisumdawu, Purbaleunyi, dan Cipali yang memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi barang maupun jasa.

Selain itu, perekonomian Jawa Barat pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,79 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif sejalan dengan visi Jabar Istimewa, yakni Jawa Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tegas Erwan.

Sementara itu, Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Shari berharap forum bisnis tersebut menghasilkan tindak lanjut nyata, bukan sekadar seremoni.

“Kerja sama ini harus segera ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha di Jawa Barat maupun Selangor. Kita harus menangkap berbagai peluang investasi dan bisnis sehingga hubungan Malaysia dan Indonesia, khususnya Selangor dengan Jawa Barat, semakin kuat,” ujarnya.

Sebagai wujud konkret kolaborasi, forum tersebut juga diwarnai penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) lintas sektor. Kesepakatan melibatkan berbagai institusi, di antaranya Wanita Berdaya Selangor (WBS) dengan Bappenas, Tourism Selangor dengan Batik Air dan ASITA, Universiti Selangor (UNISEL) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga kerja sama teknologi antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Selain forum bisnis, penyelenggaraan SIBS ASEAN 2026 juga menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang menampilkan 30 booth layanan kesehatan dan pendidikan tinggi melalui kolaborasi Tourism Selangor dan Education Malaysia Global Services (EMGS).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik bersama Kepala Badan Pengelola Rebana Metropolitan Helmy Yahya turut mempresentasikan potensi investasi kawasan Rebana sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Bagi Jawa Barat, forum ini tidak hanya membuka peluang masuknya investasi baru, tetapi juga memperluas akses pasar bagi dunia usaha, UMKM, industri kreatif, serta memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai gerbang investasi nasional yang semakin kompetitif di kawasan ASEAN.

Ikuti terus NAVASWARA.COM untuk mendapatkan informasi terbaru seputar ekonomi, investasi, UMKM, dan kolaborasi strategis yang mendorong kemajuan Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *