Navaswara.com – Langkah besar dalam memperkuat peran perempuan di tingkat desa resmi dimulai melalui pelantikan jajaran pengurus nasional hingga daerah Srikandi Jaga Desa.
Setelah menyelenggarakan Musyawarah Nasional perdana, gerakan yang menjadi sayap organisasi resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) ini dikukuhkan secara legal di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi organisasi ini dalam mengoptimalkan keterlibatan perempuan untuk menjaga ketahanan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta memperkuat pengawasan terhadap berbagai program pembangunan.
Prosesi pelantikannya dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat kabinet. Turut hadir pula Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos yang memberikan dukungan langsung kepada seluruh jajaran pengurus.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan organisasi ini. Menurutnya, keberadaan Srikandi Jaga Desa merupakan langkah yang sangat baik, karena masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai tujuan.
Ia menilai pengawasan yang dilakukan sejak tingkat desa akan membuat potensi penyimpangan lebih cepat terdeteksi sehingga dapat dicegah sejak dini.
“Ini program yang sangat bagus, selamat kepada para Serikandi Jagadesa. Ini merupakan tanggung jawab kita semua untuk memastikan program-program yang baik untuk masyarakat itu diawasi dan dibina. Sehingga nanti kalau ada potensi penyelewangan, sudah terlihat dari bawah,” paparnya.
Srikandi Jaga Desa sendiri dibentuk pada 20 Juni 2026 sebagai wadah yang menggerakkan perempuan agar semakin aktif menjaga ruang hidup di desa masing-masing.
Organisasi ini memiliki visi memperkuat peran perempuan dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran gerakan ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun desa yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.
Rangkaian acara juga diwarnai peluncuran logo resmi Srikandi Jaga Desa yang menjadi identitas gerakan perempuan tangguh dan berdaya. Suasana Ballroom The Djakarta Theater juga semakin semarak ketika Paduan Suara Mahasiswa IPB University Agriaswara membawakan Mars Srikandi Jaga Desa untuk pertama kalinya.
Acara ini ditutup dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara simbolis kepada para pengurus yang telah dilantik sebagai penanda legalitas penuh organisasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan dan pengawasan desa di seluruh pelosok Nusantara.
