Navaswara.com – Legenda 99 kera santri penjaga Situs Kalijaga di Cirebon merupakan cerita rakyat asal Jawa Barat yang hingga kini masih diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kisah ini berkaitan erat dengan petilasan Sunan Kalijaga yang berada di kawasan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Di lokasi tersebut, kita tidak hanya menemukan situs bersejarah, tapi juga dapat melihat kawanan kera ekor panjang yang berkeliaran bebas di sekitar area petilasan. Keberadaan kera-kera inilah yang dikisahkan dalam legenda “99 kera santri penjaga Situs Kalijaga”.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kisah ini terjadi pada masa ketika Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam di wilayah Cirebon. Kala itu, ia memiliki banyak santri yang tinggal dan belajar agama di sekitar kawasan tersebut.
Para santri setiap harinya mendapatkan pelajaran agama langsung dari sang wali. Mereka diajarkan tentang keimanan, akhlak, serta kewajiban menjalankan syariat Islam dengan baik.
Namun, di antara para santri tersebut terdapat sekelompok santri yang dikenal kurang disiplin dan sering kali mengabaikan nasihat gurunya.
Suatu hari, menjelang pelaksanaan Salat Jumat, Sunan Kalijaga melihat sejumlah santrinya masih berada di sungai untuk mencari ikan. Ia kemudian mengingatkan mereka agar segera bersiap menunaikan salat. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak dihiraukan.
Para santri tetap asyik menangkap ikan dan tidak segera kembali ke masjid. Ketika Salat Jumat selesai dilaksanakan, para santri yang membandel itu ternyata masih berada di sungai dan belum juga memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim.
Melihat sikap tersebut, Sunan Kalijaga merasa sangat kecewa. Dalam versi cerita yang beredar, ia kemudian bergumam dalam hati dan menyamakan perilaku para santri yang tidak taat itu dengan seekor monyet.
Secara ajaib, lintasan hati Sunan Kalijaga tersebut didengar oleh Allah SWT sehingga para santri yang membangkang perlahan berubah wujud menjadi monyet. Tubuh mereka ditumbuhi bulu dan ekor hingga akhirnya menjadi kera sepenuhnya.
Jumlah santri yang berubah itu diyakini sebanyak 99 orang, sehingga muncullah legenda tentang 99 kera penjaga Situs Kalijaga. Setelah peristiwa tersebut, konon para kera itu ditugaskan untuk menjaga kawasan petilasan dan peninggalan Sunan Kalijaga.
Hingga kini, masyarakat percaya bahwa kawanan kera yang hidup di sekitar situs merupakan keturunan atau jelmaan dari para santri tersebut. Satu hal yang menarik adalah menurut kepercayaan yang berkembang, jumlah hewan ini selalu sama.
Jika ada seekor kera yang mati, maka akan ada kera lain yang lahir sehingga jumlahnya diyakini tidak pernah jauh dari angka 99. Kepercayaan inilah yang membuat kisah tersebut semakin lekat dengan identitas Situs Kalijaga.
