Navaswara.com – Penemuan terbaru situs peninggalan Kerajaan Majapahit kembali menggemparkan dunia arkeologi Indonesia pada pertengahan tahun 2026. Tim arkeolog yang melakukan ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto, berhasil menemukan struktur pagar kuno lengkap dengan pilar-pilar bata merah yang diyakini berasal dari masa kejayaan Majapahit abad ke-14.
Temuan ini dianggap sangat penting karena memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut merupakan kompleks sakral yang berkaitan erat dengan Ratu Tribhuwana Tunggadewi, salah satu penguasa terbesar Majapahit sebelum era Hayam Wuruk.
Ekskavasi dilakukan selama sembilan hari, mulai 18 hingga 26 Mei 2026. Tim arkeolog menggali sisi selatan situs untuk mmencar kembali struktur pagar yang sebelumnya telah ditemukan di sisi utara. Ternyata, selain susunan bata merah kuno, ditemukan pula deretan pilar yang tersusun pada interval tertentu.
Pola tersebut menunjukkan bahwa arsitektur Majapahit tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan, tapi juga memiliki nilai estetika dan simbolik yang sangat tinggi. Para peneliti menilai keberadaan pilar tersebut menandakan bahwa kawasan ini bukan area pemukiman biasa, melainkan kompleks penting yang digunakan untuk kegiatan sakral atau bahkan pusat pemerintahan.
Penemuan paling menarik terjadi ketika tim melakukan test pit atau penggalian uji di bawah jalan aspal di sisi timur situs. Arkeolog menemukan patahan struktur bata merah yang diyakini sebagai sudut timur laut pagar keliling kompleks candi. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebagian besar peninggalan Majapahit masih terkubur di bawah permukiman dan infrastruktur modern. Setelah proses dokumentasi selesai, area penggalian kembali ditutup demi menjaga keamanan cagar budaya dan fungsi jalan umum.
Situs Bhre Kahuripan sendiri diyakini sebagai kawasan pendharmaan atau tempat penghormatan bagi Tribhuwana Tunggadewi. Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan sebelumnya berupa yoni andesit besar yang diperkirakan berasal dari tahun 1372 Masehi, arca batu, hingga lempengan emas berbentuk kura-kura yang ditemukan di area sumur candi. Struktur pagar yang kini mulai terungkap memiliki ukuran sangat besar, mencapai lebih dari 22 ribu meter persegi, menunjukkan kemegahan tata ruang khas Majapahit.
Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah Mojokerto dan Trowulan masih menyimpan banyak jejak sejarah Nusantara yang belum sepenuhnya terungkap. Para arkeolog meyakini masih ada banyak struktur kuno lain yang tersembunyi di bawah tanah dan menunggu ditemukan.
