Kisah August Horch, Pendiri Audi yang Sempat Dilarang Pakai Namanya Sendiri

Navaswara.com – Nama Audi kini identik dengan mobil mewah berteknologi canggih. Merek asal Jerman ini juga dikenal sebagai salah satu rival utama Mercedes-Benz dan BMW di pasar mobil premium dunia.

Di balik kesuksesan tersebut, ada sosok August Horch, pendiri Audi yang memiliki kisah hidup penuh konflik dan inovasi di industri otomotif.

Audi sendiri dikenal lewat logo empat cincin yang menjadi simbol persatuan empat perusahaan otomotif Jerman. Namun jauh sebelum menjadi raksasa otomotif dunia, Audi lahir dari perjalanan panjang August Horch membangun bisnis mobil dari nol.

August Horch lahir pada 12 Oktober 1868 di Winningen, Jerman. Sejak muda, ia sudah tertarik dengan dunia mesin dan teknik.

Saat remaja, Horch bekerja sebagai pegawai magang konstruksi mesin di Mittweida. Pengalamannya membuat kemampuan teknisnya berkembang pesat hingga akhirnya ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Ilmu Terapan Mittweida.

Karier Horch di industri otomotif dimulai pada 1896 ketika ia bekerja di perusahaan milik Karl Benz, sosok pendiri Mercedes-Benz.

Berkat kemampuan tekniknya, Horch dengan cepat naik jabatan dan dipercaya menjadi kepala departemen perakitan kendaraan bermotor.

Setelah bekerja selama tiga tahun bersama Karl Benz, Horch memutuskan mendirikan bengkel kendaraan bermotor sendiri bernama Horch & Cie di Cologne-Ehrenfeld, Jerman.

Di sana, ia mulai merancang mobil buatannya sendiri. Mobil pertama ciptaannya menggunakan mesin dua silinder yang dipasang di bagian depan kendaraan.

Tak hanya itu, Horch juga dikenal berani mengembangkan teknologi baru pada masanya, mulai dari penggerak poros ke roda kendaraan hingga penggunaan roda gigi berbahan baja nikel krom.

Prototipe mobil pertama buatannya diuji pada Januari 1901. Pada 1904, August Horch mendirikan perusahaan baru bernama A. Horch Motorwagenwerke AG di Zwickau, Jerman. Perusahaan tersebut berkembang cukup pesat. Bahkan pada 1908, lebih dari 100 mobil berhasil diproduksi.

Namun hubungan Horch dengan dewan pengawas perusahaan memburuk. Konflik internal membuat August Horch keluar dari perusahaan itu pada 16 Juni 1909. Tak lama setelah keluar, ia mendirikan perusahaan otomotif baru di kota yang sama.

Masalah muncul ketika perusahaan lamanya melarang Horch menggunakan nama “Horch” untuk bisnis otomotif. Gugatan tersebut membuat August Horch harus mencari identitas baru bagi perusahaannya.

Akhirnya, atas saran rekannya Franz Fikentscher, nama “Horch” diterjemahkan ke dalam bahasa Latin menjadi “Audi” yang berarti “mendengar”. Dari situlah nama Audi lahir.

Pada 1909, Audi Automobilwerke resmi didirikan di Zwickau, Jerman. Audi kemudian mulai memproduksi mobil pada 1911. Salah satu model awalnya adalah Audi Type A 10/22 yang diproduksi pada 1912 hingga 1914.

Setelah itu hadir Audi Type C 14/35 yang sukses memenangkan Reli Alpine Austria. Menariknya, August Horch ikut turun langsung sebagai pembalap.

Memasuki era 1920-an, Audi mulai menghadirkan inovasi baru seperti sistem penggerak kiri standar dan desain kendaraan yang lebih modern.

Atas kontribusinya di dunia otomotif, August Horch menerima gelar doktor kehormatan dari Braunschweig College of Advanced Technology pada 1922.

Pada 1932, Audi kemudian bergabung dalam Auto Union AG bersama Horch, DKW, dan Wanderer. Gabungan empat perusahaan ini kemudian menjadi asal-usul logo empat cincin Audi yang dikenal hingga sekarang.

Pasca Perang Dunia II, industri otomotif Jerman sempat mengalami krisis. Namun Audi kembali bangkit setelah Auto Union GmbH dibentuk kembali pada 1949 di Ingolstadt, Jerman. August Horch kemudian menjadi anggota dewan kehormatan perusahaan tersebut.

August Horch meninggal dunia pada 3 Februari 1951 di Münchberg, Jerman, pada usia 83 tahun. Kini, namanya dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah otomotif dunia. Namanya bahkan diabadikan dalam museum otomotif The August Horch Museum di Jerman.

Saat ini Audi berada di bawah naungan Volkswagen Group yang menguasai mayoritas saham perusahaan sejak 1966.  Audi terus berkembang menjadi produsen mobil mewah dengan teknologi modern, desain premium, serta sistem penggerak khas yang menjadi identitas merek tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *