Navaswara.com – Menjelang Idul Adha, perawatan hewan kurban menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar hewan tetap sehat dan tidak mengalami stres hingga waktu penyembelihan.
Dosen Fakultas Peternakan IPB University sekaligus auditor halal LPPOM Henny Nuraini mengatakan, perawatan hewan kurban dapat mengacu pada prinsip Good Farming Practice (GFP) atau tata cara beternak yang baik.
Menurut Henny, pemeliharaan hewan yang baik meliputi pemberian pakan dan air minum sesuai kebutuhan, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga menjaga kebersihan kandang.
“Pakan harus mencukupi kebutuhan hewan, terdiri dari hijauan dan konsentrat, serta memiliki palatabilitas yang baik atau disukai ternak. Air minum juga harus selalu tersedia,” kata Henny dilansir dari MUI Digital, Sabtu (22/5).
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan melalui pemberian obat, vitamin, suplemen, maupun vaksinasi bila diperlukan.
Selain itu, kandang hewan juga harus bersih, memiliki ventilasi yang baik, dan peralatan yang higienis agar hewan tidak mudah mengalami gangguan kesehatan.
Henny mengatakan, istilah hewan kurban “mengamuk” sebenarnya kurang tepat. Menurutnya, hewan menunjukkan perilaku agresif karena merasa tidak nyaman dan mengalami stres.
“Hewan ternak yang terbiasa berinteraksi dengan manusia biasanya lebih jinak atau kalem. Sebaliknya, hewan yang jarang berinteraksi dengan manusia akan merasa terancam ketika berada di lingkungan ramai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, suasana ramai di area penyembelihan dapat membuat hewan merasa tertekan sehingga berusaha mempertahankan diri atau keluar dari situasi yang dianggap mengganggu.
Karena itu, Henny menyarankan agar manusia membangun interaksi yang baik dengan hewan sebelum proses penyembelihan dilakukan.
“Ajak komunikasi dengan cara diusap-usap, diajak bicara, dan biasakan ada orang di dekat hewan paling tidak sehari sebelum penyembelihan. Ketika hewan merasa manusia bukan ancaman, maka hewan akan lebih tenang,” katanya.
Hewan Bisa Mendeteksi Stres Manusia
Henny juga mengingatkan hewan memiliki indra penciuman yang tajam. Hewan, sambungnya, dapat mendeteksi hormon stres manusia sehingga rasa takut dari orang yang mendekat justru bisa memicu perilaku agresif pada hewan.
“Kalau takut berhadapan dengan hewan, sebaiknya jangan mendekat karena hewan bisa mencium hormon stres dari tubuh manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, memahami perilaku hewan ternak merupakan bagian penting dalam penanganan hewan kurban secara baik dan aman.
“Memperlakukan hewan dengan ihsan atau baik merupakan bagian dari penerapan kesejahteraan hewan,” pungkas Henny.
