Mengenal Hello T-Rex, Patung ‘Balon’ Karya Indra Lesmana di Art Jakarta Gardens 2026

Navaswara.com – Pameran seni Art Jakarta Gardens 2026 yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, para pecinta seni dibuat terpukau oleh kehadiran karya-karya yang memadukan imajinasi masa kecil dengan seni kontemporer.

Salah satu yang menarik perhatian adalah koleksi patung karya seniman asal Yogyakarta, Indra Lesmana yang tampil di booth Galeri Zen1. Ia berhasil menghadirkan narasi visual yang unik melalui deretan patung berbentuk balon yang tampak berkilau.

Materialitas dan Kolaborasi Kreatif

Secara visual, karya ini tampak sangat mirip dengan balon yang sering digunakan dalam dekorasi perayaan ulang tahun. Tapi ternyata, karya-karya ini merupakan patung solid yang terbuat dari material polyester resin.

Indra Lesmana memberikan sentuhan akhir berupa plating chrome yang mengilap menyerupai cermin, menciptakan efek visual yang cerah seperti permukaan balon dekorasi. Dalam proses kreatifnya, Indra berkolaborasi dengan arsitek Alex Bayusaputro dari Genius Loci dan seniman Andry Boy Kurniawan.

Mengabadikan Momen dan Kenangan Masa Kecil

Pemilihan karakter balon sebagai subjek utama didasari oleh ketertarikan Indra terhadap elemen udara. Baginya, udara adalah sesuatu yang penting namun sulit diabadikan menjadi bentuk nyata, sehingga balon dianggap sebagai metafora yang sempurna untuk “membekukan” keberadaan udara.

Selain aspek teknis, penggunaan balon sebagai simbol juga menjadi jembatan emosional bagi Indra untuk menggali kembali kenangan masa kecil yang penuh kegembiraan. Melalui karya ini, ia memiliki misi khusus untuk menarik minat lintas generasi, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, agar mencintai seni patung melalui objek yang akrab dalam kehidupan sehari-hari.

Reinterpretasi Klasik melalui Hello T-Rex

Koleksi yang ditampilkan Indra mencakup karakter populer seperti Batman dan T-Rex. Namun karya yang paling menonjol dalam pameran ini adalah seri bertajuk Hello T-Rex. Karya ini merupakan sebuah reinterpretasi yang dari karya seni klasik Michelangelo yang berjudul Pieta.

Jika Pieta versi asli menggambarkan suasana kedukaan yang mendalam, Indra Lesmana justru mengubah narasi tersebut menjadi sesuatu yang penuh harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *