Navaswara.com – Daging wagyu dikenal sebagai salah satu daging sapi paling mahal di dunia. Namun, tidak semua wagyu yang beredar di Indonesia berasal dari Jepang.
Pakar genetika dari IPB University Prof Ronny Rachman Noor menjelaskan, banyak produk wagyu di pasaran sebenarnya berasal dari luar Jepang, meski menggunakan nama yang sama.
“Banyak restoran di Amerika menawarkan wagyu, tapi belum tentu berasal dari Jepang. Sebagian besar justru berasal dari sapi yang dipelihara di sana,” ujarnya.
Menurut Ronny, wagyu di luar Jepang umumnya merupakan hasil persilangan, biasanya antara sapi wagyu dan angus. Selain itu, sistem pemeliharaan dan standar kualitasnya juga berbeda dengan yang diterapkan di Jepang.
Di Jepang, wagyu dinilai dengan sistem grading ketat, mulai dari A hingga C untuk hasil daging (yield), serta angka 1 sampai 5 untuk kualitas. Selain itu, ada juga standar marbling atau lemak intramuskular (BMS) dengan skala 1–12.
Daging dengan grade A5 dan BMS 10–12 merupakan kualitas tertinggi.
“Keistimewaan wagyu Jepang ada pada marbling-nya. Saat dimasak, lemaknya meleleh dan menghasilkan rasa serta aroma yang khas,” jelasnya.
Tak heran jika harga wagyu asli Jepang sangat mahal, bahkan bisa mencapai lebih dari US$200 per kilogram untuk kualitas premium.
Sementara itu, Australia dan Amerika Serikat menjadi produsen wagyu terbesar di luar Jepang. Produk dari negara-negara tersebut umumnya memiliki karakteristik berbeda, termasuk tekstur yang lebih ‘berdaging’ dibanding wagyu Jepang.
Cara Membedakan Wagyu Asli Jepang
Ronny menjelaskan, cara paling akurat untuk memastikan keaslian wagyu adalah dengan memeriksa sertifikat resmi dari Japan Meat Grading Association (JMGA).
Sertifikat ini biasanya memuat informasi lengkap, mulai dari nomor identifikasi sapi, asal prefektur, hingga grade daging.
“Label A5 hanya sah jika penilaian dilakukan di Jepang. Kalau ada istilah ‘A5 style’ atau ‘Kobe style’, itu biasanya hanya strategi pemasaran,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli wagyu, terutama yang dijual dengan harga tinggi.
“Belilah dari distributor resmi dan periksa sertifikatnya, jangan hanya percaya pada label atau foto,” pungkasnya.

