Navaswara.com – Penggunaan true wireless stereo (TWS) atau earbuds kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Meski praktis, ada sejumlah risiko kesehatan yang mengintai jika perangkat ini tidak digunakan dengan bijak.
Berikut adalah enam risiko nyata penggunaan TWS yang perlu kita waspadai sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber kesehatan dunia.
1. Ancaman Gangguan Pendengaran pada 1,1 Miliar Anak Muda
Angka ini bukanlah isapan jempol semata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan serius bahwa sekitar 1,1 miliar anak muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen.
Studi dalam jurnal BMJ Global Health menyebutkan bahwa tren ini terus meningkat seiring tingginya intensitas penggunaan perangkat audio personal. Masalah utamanya adalah sel-sel rambut di koklea telinga tidak dapat beregenerasi. Artinya, sekali terjadi kerusakan akibat paparan suara keras, kondisi tersebut tidak dapat dipulihkan.
2. Desain In-Ear TWS Lebih Berisiko dari Headphone
Berbeda dengan speaker yang menyebarkan suara ke ruangan, TWS menempatkan sumber suara langsung di dalam kanal telinga. Posisi ini membuat audio terkonsentrasi sangat dekat dengan gendang telinga.
Pada volume maksimal, banyak perangkat audio mampu mencapai level di atas 100 desibel (dB). Intensitas ini setara dengan suara konser musik keras yang dapat memicu kerusakan pendengaran hanya dalam waktu 15 menit pemakaian.
3. Pentingnya Menerapkan Aturan 60/60
Untuk menekan risiko, WHO menyarankan protokol sederhana yang dikenal dengan aturan 60/60. Pengguna diimbau untuk menjaga volume suara tidak melebihi 60 persen dari batas maksimal perangkat.
Selain itu, durasi mendengarkan sebaiknya dibatasi maksimal 60 menit sebelum memberikan jeda istirahat bagi telinga. Penggunaan fitur noise-cancelling juga disarankan agar pengguna tidak perlu menaikkan volume secara berlebihan saat berada di lingkungan yang bising.
4. Risiko Pertumbuhan Bakteri di Kanal Telinga
Salah satu dampak yang sering diabaikan adalah perubahan mikrobiologi pada telinga. Menggunakan TWS selama satu jam saja dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri secara signifikan karena kondisi kanal telinga yang menjadi hangat dan lembap.
Sirkulasi udara yang tertutup menciptakan lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Sebuah studi pada 2025 mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan bakteri bisa meningkat hingga 10 kali lipat jika telinga terus-menerus tersumbat oleh earbuds.
5. Kebersihan Perangkat yang Sering Terabaikan
Earbuds yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman yang lebih kotor dari yang dibayangkan. Riset menemukan adanya ratusan ribu koloni bakteri pada perangkat yang tidak dibersihkan setelah satu minggu pemakaian rutin.
Para ahli menyarankan pembersihan minimal satu kali dalam seminggu. Gunakan kain lembap untuk bagian luar dan bersihkan ear tip silikon dengan alkohol, pastikan perangkat benar-benar kering sebelum kembali dimasukkan ke dalam telinga atau wadah pengisi daya.
6. Bahaya Keselamatan di Ruang Publik
Penggunaan TWS di jalan raya, baik oleh pejalan kaki maupun pesepeda, meningkatkan risiko kecelakaan akibat hilangnya kewaspadaan terhadap situasi lalu lintas. Fitur noise cancellation yang terlalu kedap dapat memperlambat waktu reaksi seseorang terhadap bahaya.
Data dari ScienceDirect (2025) mengonfirmasi adanya korelasi antara gangguan pendengaran akibat musik dan peningkatan angka kecelakaan di jalan. Sebagai langkah antisipasi, sangat disarankan untuk menggunakan mode transparansi atau melepas satu sisi earbud saat menyeberang atau berada di area ramai.
