Navaswara.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyatakan kebijakan pembatasan 1.000 wisatawan per hari ke Taman Nasional Komodo akan dievaluasi dalam waktu tiga hingga enam bulan.
“Intinya kita akan lihat lagi dampaknya sekitar tiga bulan hingga enam bulan ke depan. Karena akan dievaluasi,” ujar Melki di Kupang, belum lama ini.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT pada dasarnya mendukung kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, langkah ini diharapkan memberi dampak positif, tidak hanya bagi konservasi tetapi juga sektor lain di daerah.
Melki mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian terkait. Pemerintah pusat disebut telah memperhitungkan berbagai dampak dari kebijakan tersebut, termasuk aspek ekologi komodo dan kawasan sekitar.
“Mulai dari ekologi komodonya hingga kawasan di sekitar Manggarai Barat, termasuk urusan konservasi, sudah dihitung,” katanya.
Di sisi lain, Melki mengungkapkan, pihaknya menghargai berbagai aspirasi dari masyarakat dan pelaku wisata di Labuan Bajo yang muncul dalam beberapa hari terakhir.
Ia juga menilai pembatasan jumlah wisatawan berpotensi meningkatkan kualitas pariwisata. Dengan durasi tinggal wisatawan yang lebih lama, aktivitas ekonomi di daerah tersebut diharapkan ikut terdongkrak.
Sebelumnya, Balai Taman Nasional Komodo menetapkan kuota maksimal 1.000 pengunjung per hari. Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak 1 April 2026.
