Puluhan Ribu Insan PLN Jalankan Clean Energy Day, Tekan Emisi dan Hemat Energi Nasional

Navaswara.com — Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah kantor PLN setiap Jumat pagi. Area parkir yang biasanya dipenuhi kendaraan pribadi kini lebih lengang, berganti dengan langkah kaki, sepeda, hingga aktivitas pegawai yang memilih transportasi umum sebagai bagian dari kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.

Perubahan ini menjadi bagian dari gerakan Clean Energy Day yang diluncurkan PT PLN (Persero) sebagai upaya membangun budaya kerja yang efisien, hijau, dan berkelanjutan. Program yang mulai dijalankan sejak 10 April 2026 ini mengajak lebih dari 37 ribu pegawai PLN di seluruh Indonesia untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan setiap hari Jumat.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih luas, sejalan dengan arahan pemerintah dalam penghematan energi fosil di tengah dinamika global.

“Clean Energy Day bukan sekadar imbauan, tetapi transformasi perilaku kolektif. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis langkah ini mampu menekan konsumsi BBM nasional dan mereduksi emisi karbon secara signifikan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, PLN menerapkan kebijakan parkir kendaraan berbahan bakar fosil di seluruh kantor setiap hari Jumat. Pegawai didorong menggunakan moda transportasi umum seperti KRL, MRT, LRT, dan BRT, serta kendaraan listrik, bersepeda, atau berjalan kaki.

Tak hanya pada mobilitas pegawai, efisiensi juga dilakukan pada operasional perusahaan. PLN mengurangi perjalanan dinas hingga 50–70 persen dan mengoptimalkan rapat secara virtual sebagai bagian dari strategi penghematan energi.

Untuk memastikan efektivitas program, PLN mengintegrasikan pelaksanaan Clean Energy Day ke dalam aplikasi internal perusahaan. Melalui sistem tersebut, aktivitas perjalanan pegawai dapat tercatat secara otomatis dan dimonitor secara real time, sekaligus menjadi dasar pemberian apresiasi bagi unit kerja dengan partisipasi terbaik.

Pada pelaksanaan perdana, gerakan ini mencatat hasil signifikan. Emisi karbon berhasil ditekan hingga 28,6 ribu kilogram CO₂ atau rata-rata 2,9 kilogram per pegawai. Selain itu, konsumsi bahan bakar minyak berkurang sekitar 12.400 liter dengan efisiensi biaya energi mencapai sekitar Rp153 juta dalam satu hari.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa langkah sederhana berbasis perubahan perilaku mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi efisiensi perusahaan tetapi juga bagi upaya dekarbonisasi nasional.

Di tengah dorongan transisi energi dan tuntutan keberlanjutan global, langkah PLN ini menjadi contoh bagaimana korporasi dapat mengambil peran aktif melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif. Sebuah gerakan kolektif yang tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga menghadirkan nilai keberlanjutan bagi masa depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *