Teknologi Nuklir untuk Beras, BRIN-BULOG Jajaki Cara Bikin Tahan Lebih Lama

Navaswara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan teknologi nuklir di sektor pangan. Salah satunya dengan menjajaki penggunaan teknologi iradiasi untuk meningkatkan mutu dan daya simpan beras.

Upaya ini dilakukan bersama Perum Bulog melalui kunjungan teknis ke fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) di kawasan GA Siwabessy, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan BULOG bersama tim BRIN melihat langsung proses iradiasi berbasis akselerator elektron. Mereka meninjau sistem konveyor, ruang iradiasi, hingga cara kerja peralatan yang digunakan.

Selain itu, kedua pihak juga membahas potensi penerapan teknologi ini pada komoditas beras. Diskusi mencakup aspek teknis, biaya, hingga peluang integrasi ke dalam sistem logistik BULOG.

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bahkri mengatakan, teknologi iradiasi berpotensi menjaga kualitas beras selama penyimpanan.

“Melalui kolaborasi dengan BULOG, kami berharap teknologi ini bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan beras,” ujarnya.

Direktur SDM dan Transformasi BULOG Sudarsono Hardjosoekarto menilai inovasi ini penting untuk pengelolaan pangan modern.

“Dengan umur simpan yang lebih panjang, BULOG bisa memperkuat manajemen stok dan distribusi,” ungkanya.

Hal serupa disampaikan Kepala Divisi Logistic Supply Chain BULOG Joko Suryono. Ia menyebut teknologi ini berpotensi besar, meski masih perlu kajian lebih lanjut sebelum diterapkan secara luas.

Ke depan, BRIN dan BULOG akan melanjutkan kajian teknis dan teknoekonomi, sekaligus menyiapkan kerja sama serta uji coba pada komoditas beras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *