Navaswara.com — Jejak panjang pengabdian organisasi keagamaan kembali diteguhkan dalam momentum kebersamaan yang sarat makna. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, Gubernur Andra Soni menegaskan pentingnya peran organisasi Islam dalam membangun pendidikan dan memperkuat karakter umat, salah satunya melalui kiprah Mathlaul Anwar yang telah mengakar kuat di Banten.
Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-XXI Mathla’ul Anwar dan Musyawarah Nasional ke-VI Muslimat Mathla’ul Anwar di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, Mathla’ul Anwar merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 1916 di Menes, Pandeglang, serta konsisten bergerak dalam trilogi perjuangan pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
“Mathla’ul Anwar adalah organisasi yang lahir di Banten dan telah berperan aktif dalam mengembangkan potensi masyarakat,” ujarnya.
Andra menjelaskan, kontribusi organisasi tersebut telah dirasakan luas, khususnya dalam pengembangan pendidikan melalui pendirian madrasah, penguatan dakwah keagamaan, serta pemberdayaan sosial masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten selama ini terbantu dengan keberadaan Mathla’ul Anwar, terutama dalam membangun umat yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.
“Alhamdulillah, komunikasi berjalan baik. Kami terus berkolaborasi dalam berbagai program pembangunan,” katanya.
Lebih lanjut, Andra menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Banten sebagai tuan rumah Muktamar Mathla’ul Anwar ke-XXI. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan organisasi dan umat.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarief menyampaikan bahwa penyelenggaraan muktamar di Banten menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas kiprah organisasi kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 947 madrasah Mathla’ul Anwar di Banten, sebagai bukti komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Muktamar ini bukan sekadar pergantian pimpinan, tetapi bagaimana meningkatkan mutu pendidikan dan membangun dakwah yang menyejukkan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memberikan apresiasi terhadap kontribusi Mathla’ul Anwar dalam perjalanan bangsa, khususnya dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial.
“Organisasi ini telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan umat dan menjaga nilai-nilai keagamaan,” katanya.
Ia menambahkan, muktamar menjadi forum strategis untuk merumuskan arah masa depan umat di tengah tantangan global dan era digital, di mana agama diharapkan tetap menjadi kompas kehidupan.
Dari perspektif kebangsaan dan sosial, keberadaan Mathla’ul Anwar mencerminkan kekuatan civil society dalam mendukung pembangunan manusia Indonesia. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang berkarakter, inklusif, dan berdaya saing.
Ikuti terus dinamika pembangunan umat dan peran strategis organisasi keagamaan di Indonesia hanya di Navaswara.com serta bagikan untuk memperkuat semangat kolaborasi membangun bangsa.
