Navaswara.com – Tiga anggota Timnas sepak bola wanita Iran secara mengejutkan meninggalkan Australia dan memilih kembali ke negara asal mereka. Keputusan ini diambil meski sebelumnya mereka sempat mengajukan permohonan suaka.
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan, tiga anggota tim Iran memutuskan pulang bersama rekan-rekan mereka.
“Semalam, tiga anggota tim sepak bola wanita Iran memilih kembali ke tanah air bersama rekan satu tim mereka,” kata Burke, Minggu (15/3).
Sebelumnya, total tujuh anggota tim Iran mengajukan permohonan untuk tetap tinggal di Australia melalui visa pengungsi. Namun setelah perubahan keputusan tersebut, kini hanya tiga orang yang masih berada di Australia.
Timnas wanita Iran datang ke Australia bulan lalu untuk mengikuti AFC Women’s Asian Cup 2026.
Turnamen tersebut berlangsung sebelum meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pada akhir Februari.
Dari total 26 anggota skuad, enam pemain dan satu staf pelatih awalnya menerima visa pengungsi agar dapat tetap tinggal di Australia.
Sementara anggota delegasi lainnya meninggalkan Sydney dan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9 Maret.
Tidak lama setelah itu, satu orang dalam kelompok pencari suaka memutuskan berubah pikiran dan kembali ke Iran.
Kemudian pada malam 14 Maret, tiga anggota lainnya juga meninggalkan Sydney dan terbang ke Kuala Lumpur untuk bergabung dengan rombongan tim.
Dengan perkembangan tersebut, kini hanya tiga anggota tim Iran yang masih berada di Australia.
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa tiga orang yang meninggalkan Australia terdiri dari dua pemain dan satu staf pelatih.
Media tersebut menyebut mereka akan “kembali ke pelukan hangat keluarga dan rumah.”
Sebelumnya, beberapa anggota timnas wanita Iran sempat menuai kritik dari publik di negara mereka.
Kritik muncul setelah mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan saat menghadapi Korea Selatan dalam AFC Women’s Asian Cup 2026.
Di sisi lain, nasib Timnas pria Iran di FIFA World Cup 2026 juga masih belum pasti.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran tetap dipersilakan mengikuti turnamen tersebut setelah berkomunikasi dengan pejabat FIFA, termasuk presidennya Gianni Infantino.
Namun, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menegaskan negaranya mungkin tidak akan berpartisipasi karena konflik yang sedang berlangsung.
