Sungai Tertua di Dunia Ada di Australia, Sudah Mengalir 400 Juta Tahun

Navaswara.com – Jauh sebelum dinosaurus pertama muncul dan ketika benua-benua masih menyatu, sebuah aliran air sudah lebih dulu mengukir permukaan Bumi. Sungai itu tetap bertahan melewati perubahan iklim ekstrem, pengangkatan pegunungan, hingga pergeseran lanskap selama ratusan juta tahun.

Namanya Sungai Finke atau Larapinta dalam bahasa suku Arrernte. Terletak di jantung Australia yang kini gersang, Finke diyakini sebagai sistem sungai tertua di dunia dengan usia mencapai 300 hingga 400 juta tahun.

Para peneliti menempatkan kemunculannya pada periode Devonian, masa ketika kehidupan darat masih sangat sederhana dan dinosaurus bahkan belum lahir. Yang lebih menakjubkan, alirannya tetap bertahan meski pegunungan terangkat dan lanskap di sekitarnya berubah drastis.

Keistimewaan sungai ini bukan hanya soal usia. Finke menunjukkan fenomena geologi langka bernama antecedence, yakni kondisi ketika sungai sudah lebih dulu ada sebelum pegunungan terbentuk.

Alih-alih berbelok saat kerak bumi terangkat, aliran Finke justru terus mengikis batuan yang naik perlahan selama jutaan tahun. Sungai ini bahkan memotong tegak lurus formasi kuarsit di Pegunungan MacDonnell.

Secara geologis, kondisi ini tergolong luar biasa. Umumnya, sungai akan mencari jalur paling mudah dan menghindari batuan keras. Namun Finke tetap mempertahankan jalurnya, menembus struktur pegunungan yang muncul jauh setelah alirannya terbentuk.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa sungai tersebut sudah eksis sebelum proses pengangkatan pegunungan terjadi.

Cara Ilmuwan Menghitung Usianya

Penentuan usia Finke dilakukan dengan metode penanggalan radionuklida kosmik. Ilmuwan menganalisis isotop, seperti Beryllium-10 dan Aluminium-26 dari sampel sedimen dan batuan di sepanjang lembahnya.

Dengan mengukur kadar isotop tersebut, peneliti dapat memperkirakan berapa lama batuan terpapar atmosfer dan aliran air. Data ini kemudian dipadukan dengan bukti stabilitas geologis Australia bagian tengah yang relatif pasif secara tektonik selama ratusan juta tahun.

Minimnya aktivitas tektonik besar di wilayah ini membuat jalur sungai purba tetap stabil dan tidak tergeser secara signifikan. Inilah salah satu alasan mengapa Finke bisa bertahan begitu lama.

Sungai Purba di Wilayah Gersang

Meski menyandang status tertua, kondisi Finke saat ini tidak seperti sungai besar yang mengalir deras sepanjang tahun. Perubahan iklim jangka panjang membuat Australia tengah semakin kering.

Aliran Finke kini bersifat intermiten. Air hanya mengalir penuh ketika terjadi hujan badai besar. Di luar musim hujan, yang tersisa hanyalah rangkaian lubang air (waterholes) yang tersebar sepanjang sekitar 640 kilometer.

Lubang-lubang air ini berfungsi sebagai tempat perlindungan (refugia) bagi ikan dan biota air endemik. Spesies-spesies tersebut telah terisolasi selama ribuan tahun, beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang keras dan fluktuatif.

Bertahan dari Zaman Es, Terancam Krisis Iklim

Ironisnya, sungai yang selamat dari berbagai zaman es dan perubahan benua kini menghadapi ancaman baru: aktivitas manusia dan krisis iklim modern.

Eksploitasi air tanah berlebihan serta peningkatan suhu global berpotensi mengganggu sistem hidrologinya secara permanen. Jika Finke kehilangan fungsi ekologisnya, status sungai tertua di dunia kemungkinan akan berpindah ke Sungai New di Amerika Serikat yang diperkirakan berusia sekitar 300 juta tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *